Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Potong Rambut Model Cepak, Istri Langsung Dihajar Suami

Jawanto Arifin • Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:10 WIB
Photo
Photo
PANDAAN - Cuaca panas akhir-akhir ini membuat Minthul (nama samaran), 25, warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, merasa gerah. Karena itu, ia memotong rambutnya. Persoalan kemudian muncul karena Minthul memotong rambutnya seperti rambut pria pada umumnya. Tentu saja hal itu membuat suaminya kesal.

Tole (juga nama samaran), 30, suami Minthul tidak suka dengan penampilan baru sang istri. Pasangan suami istri (pasutri) ini kemudian bertengkar. Saking emosinya, Tole sampai memukul Minthul. Perlakuan Tole itu membuat Minthul sakit hati. Sampai-sampai ia menggugat cerai sang suami ke Pengadilan Agama, Bangil.

Dengan sesenggukan, Minthul menceritakan masalah rumah tangga yang dihadapinya. Ia mengatakan, soal rambut seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Toh, rambutnya masih bisa tumbuh kembali. Tapi, Tole tak mau tahu. “Katanya gak boleh perempuan menyerupai laki-laki karena itu dia sampai mukul saya karena potong pendek,” jelasnya.

Minthul sejatinya sudah mengaku salah karena tidak berkonsultasi dulu soal model potongan rambutnya itu. Ia beralasan, memotong pendek rambutnya karena gerah dengan cuaca panas.

Ibu satu anak ini mengaku, persoalan rambut bukanlah hal utama yang membuat keluarganya berantakan. Banyak problem yang dihadapi keluarga kecil mereka setelah tinggal bersama. Tole mengontrol semua hal yang berkaitan dengan keluarga. Sekecil apa pun. Termasuk soal berpakaian dan apa yang melekat pada tubuh Minthul.

“Dulu dia biasa saja melihat saya pakai celana jins, T-shirt, sampai rambut saya semir juga gak ada yang ngelarang,” jelasnya. Namun setelah menikah, Tole ingin istrinya berubah total. “Dia bilang harus yang syar’i. Saya ya nurut saja, namanya juga istri,” imbuhnya.

Setelah menikah, Minthul sendiri tetap bekerja di pabrik. Karena itu, dengan busana yang serba tertutup, Minthul sering gerah. Karena itulah dia memutuskan potong rambut. “Pikiran saya waktu itu juga gak ada yang lihat. Wong saya berjilbab. Eh, ternyata Tole marah. Bahkan, sampai mukul bahu saya sampai memar,” keluhnya. Sikap kasar sang suami itu membuatnya tak betah. Ia memilih cerai. (eka/rf) Editor : Jawanto Arifin
#cerita minthul #pengadilan agama bangil #ono-ono ae