Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Musala Nurul Dholam Lebakrejo-Pasuruan Dulu Pusat Kegiatan Keagamaan, Kini Dilengkapi TPQ

Rizal Syatori • Jumat, 21 Maret 2025 | 17:10 WIB
TERUS EKSIS: Musala Nurul Dholam di Dusun Cari, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
TERUS EKSIS: Musala Nurul Dholam di Dusun Cari, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

MUSALA Nurul Dholam, di Dusun Cari RT 03/RW 02, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, tergolong sudah tua. Sejak sekitar satu abad yang lalu, musala ini menjadi pusat kegiatan keagamaan. Sejauh ini masih eksis, bahkan dilengkapi Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Musala ini awalnya hanyalah bangunan semipermanen. Seperti kebanyakan musala, bangunannya seperti rumah panggung. Kini telah berubah. Direnovasi menjadi bangunan permanen dan dilengkapi kubah.

Musala berukuran 9 meter kali 9 meter ini dibangun oleh almarhum Palih. Ia merupakan tokoh agama dan modin di Desa Lebakrejo.

“Musala ini bisa dikatakan paling tua di Desa Lebakrejo. Khususnya, di Dusun Cari. Usianya sekitar satu abad, bahkan lebih. Pernah direhab tiga kali,” ujar nadzir yang juga modin Desa Lebakrejo, M. Yusuf.

Selain sudah tiga kali rehab, fasilitasnya juga dilengkapi. Di antaranya, pengeras suara, ada kipas angin, papan tulis, meja kayu sebagai tempat mengaji Alquran, dan tempat wudu.

Selain itu, juga dilengkapi teras dan pagar. Lantainya dilapisi keramik dengan balutan karpet. “Kini bisa menampung hingga 50 orang jemaah, bahkan lebih,” ujarnya.

Tidak ada yang tahu pasti kapan musala ini kali pertama dibangun. Namun, rehab pertama dilakukan pada zaman sebelum kemerdekaan atau sekitar 1930-an. Rehab kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada 1965 dan 2006.

“Bangunan musala yang sekarang merupakan rehab yang kali ketiga, sehingga tidak terlihat seperti musala tua,” jelasnya.

Sisa bangunan lama, kini masih ada. Hanya berupa beberapa kayu yang kini dimanfaatkan sebagai blandar di bagian atap musala. Sejumlah kayu itu masih kokoh. Masih cukup layak pakai.

Sejak kali pertama dibangun, musala ini istiqamah dijadikan tempat beragam kegiatan keagamaan. Terutama salat lima waktu berjemaah. Ketika Ramadan, juga menjadi tempat salat tarawih dan tadarus Alquran.

Karena dulu menjadi musala satu-satunya di Dusun Cari dan belum ada masjid, musala ini benar-benar menjadi pusat kegiatan keagamaan. Termasuk pengajian rutin. Kegiatan ini berlanjut hingga kini. Warga sekitar tetap istiqamah menggelar pengajian sebulan sekali.

“Dulunya yang aktif mengaji di musala ini sebagian ada yang menjadi ustad dan ustadzah. Kini, mengajar di madin (madrasah diniyah) dan TPQ,” katanya.

Aktivitas keagamaan di Musala Nurul Dholam terus berkembang. Sejak 2015, mulai dilengkapi dengan TPQ. Santrinya lumayan banyak. Baik dari dusun setempat, maupun dusun tetangga.

“Mengingat keberadaan musala ini penting untuk kegiatan ibadah dan keagamaan, maka kondisinya selalu dirawat dengan baik,” ujar Yusuf. (rizal fahmi syatori/rud)

Editor : Ronald Fernando
#musala #TPQ #pasuruan