Insiden tersebut bermula saat Rusdi bersama anaknya, datang ke pinggir Sungai Pekalen. Rusdi dan Dewi mengendarai usai dari RS Waluyojati, Kraksaan untuk menjenguk saudaranya yang sedang di rawat.
Sesampainya di lokasi, Rusdi kemudian mulai melakukan aktivitasnya Buang Air Besar (BAB) dan turun ke sungai. Sementara anaknya berada di tepi sungai tak jauh dari Rusdi. Nah saat hendak turun tersebut, diduga Rusdi terpeleset di lokasi tempatnya turun. Dari sanalah, anaknya melihat ayahnya tenggelam.
"Kata keluarganya, korban tidak bisa berenang. Sehingga saat hanyut, korban mungkin panik dan tenggelam," beber Mahfud, 40, salah satu warga yang sudah ada di lokasi kejadian sejak pagi.
Dari lokasi hanyut, sampai sekitar 30 meter ke hilir sungai, terlihat Rusdi melambaikan tangannya kepada anaknya. "Sempat mengangkat tangan, anaknya kelihatan jelas katanya. Kemudian, ayahnya terus hanyut menuju hilir," ujarnya.
Sembari kebingungan dan menangis kencang, Dewi meminta pertolongan. Beruntung, tangisannya terdengar oleh salah seorang warga yang sedang melintas.
"Kemudian ditanya, ada apa. Anaknya bilang kalau bapaknya tenggelam," kata Mahfud.
Warga yang mengetahui pertama kali kejadian tersebut kemudian meminta bantuan ke warga lainnya, untuk melakukan proses pencarian. "Warga langsung menghubungi sejumlah pihak, polisi/TNI, Kecamatan. Pencarian dilakukan," jelasnya.
Sementara itu, Camat Pajarakan, Rachmad Hidayat mengatakan, informasi sementara yang diperoleh, jatuhnya korban bermula ketika ia dan anaknya pulang dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Bapak-anak ini baru saja menjenguk kerabatnya yang dirawat di sana.
Sepulang dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan, lanjut Rachmad, korban bersama anaknya hendak mencari jerami di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itulah, korban yang merasa perutnya mules. Hingga Rusdi pergi ke sungai untuk buang hajat.
“Nah saat hendak BAB (Buang Air Besar) korban tiba-tiba terpeleset lalu terbawa arus. Sampai sekarang proses pencarian masih diupayakan dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkap Rachmat.
Sampai berita ini ditulis, korban masih belum kunjung ditemukan. (mu/fun) Editor : Fandi Armanto