Korban meninggal Rabu (23/9) pagi saat menjalani perawatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Meninggalnya korban membuat anak mereka, Muhammad Rakha Attallah Gibran, 5, menjadi yatim piatu.
Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti membenarkan bahwa korban Abdul Rokhim telah meninggal dunia. “Kami sudah memperoleh kabar. Pengemudi mobil Suzuki Splash (Abdul Rokhim, Red) juga meninggal,” beber Marti.
Marti menjelaskan, korban memang mengalami luka berat. Tulang rusuknya patah setelah mobil Suzuki Splash yang disopirinya tertabrak kereta di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Yonkav Beji. Ia sempat dilarikan ke RS Pusdik Watukosek, Gempol.
Baca Juga: Mesin Mendadak Mati, Splash Tertabrak Komuter, Istri Tewas
Namun karena kondisinya semakin parah, ia kemudian dirujuk ke RSSA Malang. Sayang, nasib berkata lain. Upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawanya, tidak kesampaian. Korban akhirnya meninggal dunia.
“Meninggalnya tadi pagi (kemarin, Red). Ia meninggal saat menjalani perawatan di RSSA Malang,” sambung dia.
Saat kecelakaan, almarhum Abdul Rokhim sedang mengemudi Suzuki Splash nopol N 559 VH. Istrinya Yema Susilowati, 32 dan anak mereka, Muhammad Rakha Attallah Gibran, 5, juga ikut. Istrinya duduk di depan, di sebelahnya. Sementara anak mereka duduk di belakang.
Mereka baru kulakan sayur di Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo dan dalam perjalanan pulang. Namun, saat melintasi rel KA di Yonkav Beji, melaju kereta komuter dari arah Bangil. Saat berada di tengah perlintasan KA, mendadak mesin mobil mati. Tanpa bisa dicegah, kereta pun menghantam mobil yang mereka tumpangi.
Saat itu Yema meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sementara anak mereka Rakha, hanya mengalami luka ringan di kepala. Ia dirawat di RSI Masyitoh Bangil. (one/hn)
Editor : Muhammad Fahmi