Selasa (19/5), mereka dipertemukan karena sebelumnya mereka berselisih dengan isu ilmu santet. Sekitar pukul 11.00, keluarga Hasanah, orang yang diduga terkena santet dan keluarga Rasit, orang yang diduga memiliki ilmu santet berkumpul di balai desa. Kepala Desa Pesisir Sanemo meminta mereka menyelesaikan permasalahannya di balai desa.
Selain pemerintah desa, pertemuan itu juga dihadiri dari Polsek Gending dan Koramil Gending. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat tidak saling menuntut secara hukum dan saling memaafkan. “Alhamdulillah sudah selesai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak saling melapor,” ujar Sanemo.
Sanemo menjelaskan, adanya saling tuduh ilmu santet itu berawal dari sakitnya Hasanah. Sebelum sakit, Hasanah menuding Rasit mengambil asbesnya. Katanya, itu dibuat untuk tutup kandang ayamnya. “Minjamnya itu tidak bilang. Karena itu, pemiliknya mencari dan ditemukan di sana (rumah Rasit). Karena ketahuan, Rasit ngomong akan dikembalikan,” ujarnya.
Tak lama kemudian, Rasit benar-benar mengembalikan asbesnya. Selang beberapa hari setelah itu, Hasanah sakit. Nah, ketika sakit hingga meninggal, disebutkan Hasanah sering menyebut nama Rasit. Karenanya, keluarganya mencurigai Rasit telah menyantet Hasanah. “Kecurigaan itu juga diperkuat dengan adanya keterangan dukun. Tetapi, saat dukun itu hendak kami pertemukan, ada saja alasannya,” jelas Sanemo.
Sementara itu, Kapolsek Gending AKP Ohim menjelaskan, tuduhan keluarga Hasanah terhadap Rasit, tidak berdasar. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Hasanah terkena penyakit kencing tikus atau leptospirosis “Penyakit kencing tikus. Itu sudah ada bukti dari dokter,” jelasnya.
Agar tidak bergejolak di lain hari, Ohim mengatakan, kedua belah pihak diminta membuat surat pernyataan bermaterai. “Sudah selesai dan saling memaafkan,” ujarnya.
Sementara itu, Rasit alias Jumari mengaku, sejatinya tidak tahu jika dirinya dituduh memiliki ilmu santet. Ia baru mengetahui dari bibinya. “Saya sudah terima dan memaafkan. Tapi, nama saya mohon dibersihkan kembali. Karena sudah kadung tercemar,” ujarnya. (sid/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin