Andrianto tidak sendirian. Saat beraksi di simpang empat (P21) Kelurahan/Kecamatan Pandaan, dia bersama kawannya. Sayang, kawannya yang berinisial SE, berhasil kabur.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, aksi jambret tersebut dilakukan sekitar pukul 18.15. Korbannya adalah Famizah Nur Zammira, 22. Korban diketahui asal Rungkut, Surabaya dan malam tersebut dia berencana ke rumah temannya di Pandaan mengendarai motor Honda Beat.
Sesampainya di tepi jalan, motornya berhenti di depan Puskesmas Pandaan yang terletak di ruas jalan A Yani, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan. Nah, saat korban hendak menghubungi rekannya, tiba-tiba dua pelaku melintas dari arah barat ke timur.
Pelaku saat itu mengendarai motor Suzuki Satria, dengan mudah mengambil handphone korban. Eksekutornya adalah SE, atau yang saat itu tengah dibonceng Andrianto. Keduanya sempat kabur ke arah simpang empat Pandaan.
Mengetahui HP-nya dijambret, korban langsung mengejarnya. Setibanya di simpang empat tersebut atau di dekat lampu merah, korban menabrak motornya ke motor pelaku.
Tak hanya menabrak, korban juga langsung turun dan menarik baju pelaku. “Saya meneriakinya jambret," ucap Famizah, korban jambret.
Mendengar korban meneriakinya, warga sekitar dan pengguna jalan lainnya berada dj TKP langsung tanpa basa basi langsung menghajarnya hingga babak belur.
Beruntung, tak lama berselang petugas polsek setempat tiba di lokasi kejadian. Polisi secepatnya mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Pandaan.
"Barang buktinya satu buah HP milik korban, kami amankan bersama pelaku di mapolsek," jelas Kapolsek Pandaan Kompol Akhmad.
Untuk rekan pelaku yang berhasil lolos di TKP, identitasnya sudah diketahui dan kini dalam proses pengejaran. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto