Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tergiur Investasi Online, Usaha Malah Ludes

Arif Mashudi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:05 WIB
LUSTRASI
LUSTRASI

ANDRE (nama samaran) menikah di usianya masih berkisar 26 tahun. Dia menikahi gadis sebut saja namanya Suci, 21, yang sebenarnya masih tetangganya. Sama dengan orang lain pada umumnya, Andre berharap pernikahannya yang digelar 5 tahun lalu, dapat membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Andre saat itu menjalani semua profesi yang bisa dilakoni. Mulai dari bertani, berdagang hasil pertanian hingga usaha lainnya. Dengan harapan, keluarganya bisa Bahagia, tercukupi semua kebutuhannya dari hasil usaha jerih payahnya.

”Siapa yang tidak ingin keluarga bahagia dengan semua kebutuhan dicukupi? Jadi saya kerja susah payah apa saja,” kata Andre.

Setahun pertama, diakui Andre, usahanya berjalan dengan mulus. Begitu juga keluarganya merasakan kebahagian, meski dengan kesederhanaan.

Ditambah anak pertama lahir, melengkapi kebahagiannya dan keluarga. ”Saya punya dua anak sekarang,” ujarnya.

Andre mengaku, keluarganya mengalami ujian dan tak lagi merasakan ketenangan saat usia pernikahannya memasuki tahun ketiga.

Saat itu, dirinya terjebak dalam judi online (judol) atau investasi. Dirinya yang salah dalam menggunakan media sosial, malah terbawa ke arah yang membuat dirinya bangkrut.

Judol atau investasi dengan janji keuntungan membuat dirinya terlena. Awalnya, dirinya hanya setor Rp 3 juta dan mendapatkan keuntungan 500 ribu tiap pekannya.

Sedangkan setoran darinya Rp 3 juta itu, masih tetap tidak berkurang di akun investasi tersebut.

Namun aneh, saat dirinya tahu saldo pada akun Rp 3 juta tidak dapat ditarik langsung, dia semakin penasaran untuk mengikutinya. Andre tergiur keuntungan berlipat.

Saat diminta untuk tambah setor modal, dia langsung elakukannya. Hingga akhirnya modal yang disetor Rp 60 juta. Bahkan, terakhir total yang disetorkan Rp 130 juta.

”Saya tergiur dengan keuntungan yang diperoleh tiap minggunya. Sedangkan uang setoran nilainnya tetap ada di akun, tidak berkurang. Padahal, saldo akun itu tidak bisa ditarik lagi alias lenyap,” ungkapnya.

Akibat salah investasi atau judol itu, dia harus menanggung banyak utang. Hubungan keluarga sudah tidak baik-baik saja. Mobil buat usaha pun sudah habis dijual. Termasuk modal untuk usaha bertani dan berdagang juga sudah habis.

”Saya sempat mau melaporkan kasus penipuan online yang dialami saya ini. Tapi ada yang menyarankan percuma, karena sulit untuk diungkap. Dari situ, saya tersadar, tapi semua sudah habis,” tuturnya.

Andre mengaku, saat itu dirinya berusaha menjaga keluarganya tetap utuh dan menyelsaikan utang-utang. Oleh karena itu, dirinya pun memutuskan untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Dengan berat hati dan harapan yang besar bisa memperbaiki, dia berangkat ke negeri jiran. Meninggalkan istri dan dua anaknya.

”Alhamdulillah, utang-utang yang besar-besar saya lunasi satu-satu mas. Niat saya, kalau sudah lunas semua utang, kumpulkan modal dan kembali pulang untuk usaha di rumah lagi,” harapnya. (mas/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bangkrut #investasi online