------------------------------------------------------------------------------------------------------
INILAH yang dialami oleh keluarga Iksan (bukan nama sebenarnya). Beberapa anggota keluarga mereka belum menikah, meski usianya sudah 30-an ke atas. Belum menemukan pasangan yang pas menjadi alasannya.
Sebut saja, Elang (bukan nama sebenarnya) yang merupakan cucu dari keluarga Iksan. Ia sudah berumur hampir 37 tahun. Namun, tanda-tanda ia akan melepas lajang belum terlihat. Saat teman sebayanya sudah punya anak lebih dari satu, ia masih betah sendiri.
Elang kerap mendapatkan cibiran karena belum menikah. Ejekan atau merendahkan, sudah seringkali ia terima. Namun, dia tidak pernah ambil pusing. Karena baginya, menikah itu bukanlah perlombaan. Ia ingin menikah saat ia sudah menemukan pasangan yang tepat di hati.
“Sering dicibir sih. Pernah ada teman nongkrong bilang, kapan kamu nikah. Jangan jangan nanti saat punya anak, kamu sudah pegang tongkat. Tapi saya anggap itu hanya lelucon,” katanya.
Sebenarnya, Elang bukannya tidak laku. Karyawan swasta yang sehari-harinya bekerja di Surabaya ini pernah memiliki beberapa kekasih. Tapi tidak ada satupun yang berlanjut sampai ke jenjang pernikahan. Perbedaan prinsip seringkali menjadi faktor penghalang.
Terakhir, ia menjalin hubungan spesial dengan perempuan asal Kota Malang. Bahkan kekasihnya sempat diceritakan pada ibunya, meski belum pernah diajak ke rumahnya di Probolinggo. Namun, sayangnya hubungan ini hanya berjalan selama beberapa bulan saja.
“Kekasih saya yang terakhir ini ketemunya di Surabaya. Dia juga bekerja. Cuma ternyata tidak bisa di ajak untuk serius. Ada beberapa pandangan soal pernikahan yang tidak sejalan,” kata Elang.
Tak hanya Elang. Di keluarga Iksan, adapula Jelita (juga nama samaran). Di usia hampir 35 tahun, ia masih memilih untuk belum menikah. Kekhawatiran meninggalkan ibunya yang sudah memasuki usia senja, menjadi faktor ia belum menikah.
Maklum, ia adalah anak semata wayang. Sejak ayahnya meninggal pada 2004 silam, Jelita tinggal berdua dengan ibu. Saat ia pindah ke Kota Malang untuk kuliah, ibunya pun diajak. Termasuk, waktu ia diterima bekerja di salah satu BUMN di Pasuruan.
“Saya anak satu-satunya. Sejak ayah meninggal hampir 20 tahun lalu, kemana-mana, ya selalu sama ibu,” jelas Jelita.
Jelita juga bukannya betah menjomblo. Ia mengaku pernah ada seorang pria lulusan salah satu universitas di Mesir yang datang ke rumahnya di Pasuruan, untuk melamar. Pria ini sudah terbilang mapan. Sudah memiliki rumah dan mobil pribadi. Namun sayangnya, pria ini mengajukan syarat agar dia meninggalkan pekerjaannya.
“Tentu saya tolak. Kalau saya terima, nanti jika ada apa apa, bagaimana dengan nasib ibu saya? Saya bekerja ya untuk ibu saya juga,” sebutnya.
Rupanya menikah di usia matang sudah umum terjadi di keluarga Iksan. Anita (nama samaran), juga baru menikah di usia hampir 34 tahun. Tetapi alasan Anita berbeda. Menikah di usia 34, diakuinya disebabkan oleh perbedaan prinsip.
Anita pernah menjalin hubungan spesial dengan beberapa pria sejak masih di bangku kuliah. Anita bahkan sudah dikenalkan ke orangtua sang kekasih. Namun, semuanya gagal untuk lanjut ke jenjang serius.
Wanita berparas manis ini mengaku, dia pernah memiliki kekasih, sebut saja bernama Anton. Kekasihnya saat ia duduk di semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Kota Malang. Anita sebenarnya sempat ingin serius. Tetapi ujung-ujungnya hubungan keduanya kandas, karena Anton kerap bertele-tele saat diajak mengobrol soal pernikahan.
Ada juga Anang, kekasih Anita lainnya yang juga harus diputus, karena Anita mengaku harus menanggung biaya adik adiknya. “Saya sebenarnya tidak ada masalah, jika dia (Anang, red) mau membantu adiknya. Cuma dia bilangnya, uangnya diberikan semua untuk biaya itu. Bagi saya itu sebuah red flag,” tuturnya.
Selain Anita, ada juga keluarga Iksan yang bernama Indah yang kisahnya hampir mirip dengan Anita. Ia baru menikah di usia hampir 35 tahun. Penyebabnya, rata rata pria yang dikenalnya enggan menjalin hubungan serius. Setiap kali diajak membicarakan pernikahan, selalu saja cari alasan.
“Barulah dengan suami terakhir ini yang langsung sat set mau bicara serius,” tuturnya. (riz/fun) Editor : Ronald Fernando