Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gothic Look, Style Anti Mainstream dan Unik Mulai Banyak Digemari

Fahrizal Firmani • Minggu, 18 Februari 2024 | 18:20 WIB
Nizelia Nabila Cahya Dewi menggenakan pakaian dengan gaya casual gothic. Pakaian dan aksesoris serba hitam, namun make-up tidak selalu dramatis.
Nizelia Nabila Cahya Dewi menggenakan pakaian dengan gaya casual gothic. Pakaian dan aksesoris serba hitam, namun make-up tidak selalu dramatis.

SAAT mendengar istilah gothic style, beberapa orang mungkin langsung teringat pada penampilan yang seram. Nuansa gelap, make-up yang terlihat bold, sering dianggap sebagai salah satu fashion yang nyeleneh.

Istilah gothic merujuk pada budaya goth yang muncul sejak lahirnya berbagai aliran musik. Utamanya, saat aliran post-punk sedang tren di Britania Raya para sekitar 1970-an. Goth adalah gerakan yang menolak secara keras norma di masyarakat.

Bisa dilihat dari cara mereka berpakaian lebih bebas. Itu terinspirasi dari film horor dan gaya busana di abad ke-18. Pergerakan gothic di kancah fashion sendiri sudah jadi tren anak muda pada tahun 80-an.

Tren fashion ini memiliki ciri pakaian serba hitam, dandanan lebih dramatis, make-up tebal hingga pemakaian aksesoris yang nyentrik. Ciri khas ini membuat sebagian orang berpikir jika gothic style menyeramkan.

 

 

Namun tidak semua penampilan gothic indentik dengan kesan seram. Salah satu aliran gothic yang termasuk baru adalah tren casual gothic. Seseorang bisa bereskperimen dengan pakaian sehari hari.

“Kalau Nizel lebih suka gaya casual gothic. Make-up tidak harus dramatis dan pemilihan lipstik tidak harus warna gelap,” ujar Influencer asal Probolinggo, Nizelia Nabila Cahya Dewi, 17.

Ia mengaku suka mengenakan pakaian dengan gaya casual gorthic. Tema pakaian serba hitam tanpa make-up berlebihan, dirasa cocok.

Gaya caual gothic juga membuatnya bisa bereksperimen lebih banyak dari pada aliran gothic lainnya. Traditional gothic, romantic gothic atau hippie gothic mengharuskan lipstik warna gelap, seperti hitam, merah atau ungu.

 

 

Saat memilih gaya ini, kata Nizel, seseorang bisa memadu padankan dengan pakaian sehari-hari. Namun, elemen utama gothic yang serba gelap tetap mendominasi.

Misalnya, menggunakan rok yang dipadukan dengan blouse atau jaket hitam. Penggunaan make-up seperti bedak dan foundation dibuat natural dengan sapuan tipis, sementara pemilihan lipstik adalah warna merah.

“Walau tidak sedramatis gaya gothic lainnya, tapi elemen gelap tetap harus mendominasi. Agar gothic-nya tetap ada,” ujar perempuan asal Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo ini.

Duta Lalu Lintas Satlantas Polres Probolinggo 2023 ini menyebutkan, agar tampilan lebih menarik, penggunaan aksesoris tidak boleh ditambahkan. Misalnnya, menambahkan kalung, gelang, atau anting.

Nizel mengaku menghindari aksesoris yang nyentrik. Lebih memilih aksesoris yang santai, namun tetap trendy. Seperti tas, topi, dan sepatu boots. Topi yang dipilih jenis schoolboy untuk mempermanis. Agar tetap gothic, ketiga item ini bisa dipilih dengan warna gelap yang senada.

Astrid, warga Panggungrejo, Kota Pasuruan, mengaku lebih percaya diri saat memakai item fashion serba hitam. Pilihannya gaya casual, agar mudah dipadupadankan.

“Biasanya menggunakan item yang simpel. Memakai tank top hitam atau putih yang dipadukan dengan rok dan jaket kulit warna hitam,” ujarnya. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#fashion #lifestayle