Melihat hasil riasan dari seorang make up artist (MUA) membuat banyak orang ingin menjadi model MUA atau yang dikenal sebagai muse MUA. Agar bisa tampil cantik. Apalagi jika hasil riasan mereka ditampilkan di feed Instagram MUA, tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
SEORANG model asal Kota Probolinggo yang kerap menjadi muse MUA adalah Feby Andriani, 22. Ia pertama menjadi muse MUA pada 2016. Ada salah seorang MUA asal Probolinggo, tertarik karena sering melihat posting-an Feby di Instagram yang menampilkan kesehariannya di dunia modeling.
Apalagi, Feby memang sering meraih prestasi di lomba pageant dan fashion show. MUA ini lantas menawarinya menjadi talent-nya dengan mengirim pesan melalui Instagram. Feby langsung mengiyakan karena antusias. Kebetulan ia memang sangat suka tampil cantik.
“Mereka yang menawari saya untuk menjadi talent. Karena memang saya punya keahlian di bidang modeling, jadi lebih mudah saat diminta menjadi muse MUA,” katanya.
Perempuan yang tinggal di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ini mengakui ada beberapa orang yang menawarkan diri agar bisa menjadi muse MUA. Berbeda dengannya yang ditawari oleh MUA secara langsung. Ia memiliki kelebihan sebagai model dan influencer di Instagram.
Tarifnya berbeda. Ada standarnya. Namun, jika MUA itu sudah dikenal dan memiliki hubungan baik dengannya, tarif yang diberikan bisa dibicarakan. Setiap MUA yang memakai jasanya selalu memberikan tarif.
“Dari awal akad, mereka mau memakai jasa saya sebagai talent. Tentunya ada tarif. Untuk berapanya, ada standarnya. Apalagi mereka yang menawari saya lebih dahulu," jelasnya.
Alumni SMKN 3 Probolinggo Jurusan Kecantikan ini mengaku sering mendapatkan tawaran sebagai muse lebih dari satu orang dalam sehari. Namun, ia selalu membatasi hanya menerima tawaran satu MUA. Sebab, menjadi muse MUA ini tidak sebentar. Bisa berjam-jam.
Ia mencontohkan, saat diminta menjadi muse untuk MUA pengantin di sebuah lomba di Kota Surabaya awal tahun ini. Ia harus tahan dirias mulai pagi sampai sore. Hanya istirahat makan dan minum atau pergi ke toilet. Sisanya harus tampil anggun dalam riasan MUA.
“Ya kerasa capek, itu pasti. Karena dirias dari pagi sampai sore. Cuma rasa letih tertutupi karena saya mendapat penghargaan muse MUA terbaik di ajang itu," terang Feby.
Wajib Pandai Jaga Sikap dan Komitmen
MENJADI muse seorang MUA tidak mudah. Seorang muse harus memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang kebanyakan. MUA pasti selektif dalam memilih model yang tepat, agar karyanya dipilih banyak orang.
Feby Andriani mengatakan, syarat utama menjadi model MUA, harus pandai menjaga sikap dan komitmen. Saat MUA menawarkan job, penting untuk bertutur kata lemah lembut dan sopan dalam perilaku. Tentunya juga harus datang tepat waktu sesuai kesepakatan.
“Menjaga kepercayaan MUA itu sangat penting. Kalau perlu, kita datang beberapa menit sebelum waktu yang disepakati. Jadi, bisa meninggalkan kesan yang baik pada mereka,” ujarnya.
Perempuan kelahiran 16 Maret 2001 ini mengakui tidak sedikit orang yang melihat pekerjaan menjadi model MUA, mudah. Sebab, hanya dirias menjadi cantik dan dibayar secara profesional. Faktanya tidaklah demikian.
Katanya, menjadi model MUA perlu usaha yang tidak mudah. Ia dipercaya menjadi talent karena telah membangun kesan baik pada klien-kliennya. Baik saat pemotretan ataupun kegiatan fashion show. Kesan baik inilah membuat MUA percaya memakai jasanya.
Meski dibayar secara profesional, namun tarif yang diberikan tidak berlebihan. Sebab, harus dirias selama berjam-jam. Dampaknya, wajahnya mudah beruntusan. Ia harus mengeluarkan uang untuk membeli skin care atau ke klinik kecantikan.
“Kadang tarif yang diberikan itu langsung habis, karena harus self care ke klinik kecantikan. Namun, karena ini passion saya, maka tidak menjadi masalah," jelasnya.
Perempuan kelahiran Kota Probolinggo ini menyebut kecantikan tidak cukup untuk membuat seseorang bisa bertahan di dunia model. Yang paling dibutuhkan, tetap sikap dan kepercayaan. Jika sikap jelek, meski seseorang itu cantik, tentunya tidak ada orang yang mau memakai jasanya.
“Kalau sekadar cantik itu banyak. Setiap wanita itu cantik dengan kelebihan dan keunikan masing-masing. Tapi, untuk bisa dipercaya, tentu harus memiliki sikap dan perilaku yang baik,” tutur anak dari Emilia Putu Andriani. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando