KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo menargetkan realisasi belanja daerah mencapai 80 persen pada akhir Oktober 2026.
Target itu dikejar untuk mencegah penumpukan belanja pada dua bulan terakhir tahun anggaran. Sekaligus, memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tidak terlambat.
Target tersebut menjadi perhatian setelah pemerintah mengevaluasi realisasi anggaran seluruh perangkat daerah hingga 31 Agustus 2026.
Tujuannya, mengidentifikasi hambatan yang membuat anggaran belum terserap sesuai rencana.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Effendi mengatakan, percepatan realisasi anggaran sangat diperlukan. Agar belanja pemerintah dapat memberikan dampak terhadap perekonomian dan pelayanan masyarakat.
“Urgensi lain adalah target realisasi belanja daerah per triwulan agar penyerapan tidak bertumpuk di akhir tahun dan pembangunan sesuai perencanaan. Bulan Oktober, proyeksi atau target realisasi sebesar 80 persen,” katanya.
Menurutnya, penyerapan anggaran yang menumpuk menjelang akhir tahun berisiko membuat pelaksanaan program tidak maksimal. Karena itu, perangkat daerah didorong mempercepat pekerjaan yang sudah direncanakan. Termasuk proses pengadaan barang dan jasa.
Langkah yang disiapkan antara lain mempercepat tender, melakukan konsolidasi paket pengadaan. Serta, menyelesaikan pembayaran pekerjaan yang telah memenuhi ketentuan.
“Ada pun beberapa langkah akselerasi di ranah pengadaan barang dan jasa adalah percepatan tender, konsolidasi paket dan penyelesaian pembayaran,” ujarnya.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo Wiwit Suryaningsih mengatakan, evaluasi realisasi anggaran juga diarahkan untuk mengetahui kendala teknis di masing-masing perangkat daerah.
Persoalan ini menjadi dasar penyusunan langkah penyelesaian dan proyeksi realisasi hingga Oktober.
Setiap perangkat daerah diminta menyampaikan kendala yang dihadapi sekaligus langkah penyelesaiannya. Proyeksi penyerapan hingga akhir Oktober juga harus disusun sebagai dasar untuk mengejar target 80 persen.
“Harapannya target realisasi anggaran akan tercapai dengan dukungan dari seluruh OPD, sehingga asas kebermanfaatan kepada masyarakat dapat tercapai,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga