TONGAS, Radar Bromo-Ahmad Riski, 13, begitu panik saat datang ke pemadam kebakaran (damkar) Unit Tongas. Jari siswa SMP di Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih tersebut membengkak karena cincin yang tak bisa dilepas.
Riski yang datang didampingi gurunya pada Rabu (14/1) sore hanya bisa menahan sakit. Apalagi saat ditekuk.
“Kami mendapatkan laporan ada siswa SMP yang memakai cincin yang tidak bisa dilepas. Akhirnya korban didampingi gurunya datang ke kantor untuk mengevakuasi cincin tersebut,” kata Komandan Pos Damkar Unit Tongas Danang Purwanto Kamis (15/1).
Begitu tiba di kantor, dua personel damkar langsung menanganinya. Mulanya petugas lebih dulu melihat kondisi cincin yang melekat di jari korban.
Ini dilakukan untuk menentukan alat yang akan digunakan dan cara evakuasi yang dilakukan sehingga tidak sampai menimbulkan cedera pada jari korban.
Selanjutnya petugas melakukan evakuasi cincin berbahan monel menggunakan sebuah mini grinder. Serta sendok logam sebagai pelindung jari yang menempel pada cincin agar tidak terkena mini grinder. Petugas kemudian memotong cincin tersebut secara berhati-hati.
Selama memotong, petugas juga mengalirkan air agar jari tidak terasa panas. Setelah melakukan pemotongan sekitar 10 menit, cincin berhasil dilepas.
“Petugas harus berhati-hati mengevakuasi cincin agar tidak mencederai jari korban. Perlahan cincin dipotong hingga akhirnya cincin berhasil dilepas,” tuturnya.
Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo tidak hanya menerima laporan dan melakukan pemadaman api. Selama 2025 setidaknya petugas telah menindaklanjuti 156 laporan nonkebakaran. Jumlahnya naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan, petugas tidak hanya melakukan pemadaman kebakaran.
Tetapi juga menindaklanjuti laporan masyarakat yang berkaitan dengan penyelamatan (rescue).
Tak heran jika petugas piket, pos damkar banyak menerima laporan rescue. Penyelamatan ini dilakukan setelah petugas mendapatkan laporan dan aduan dari masyarakat yang valid dengan alamat yang jelas.
Laporan tersebut bukan hanya rescue yang bersifat penting dan mendesak. Tetapi juga berkaitan dengan hal-hal yang sebenarnya masalah cukup sepele. Namun tetap mempercayakan penanganan pada petugas pemadam kebakaran.
“Sejauh ini masih banyak laporan bersifat rescue yang kami terima. Tentunya laporan tersebut ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.
Damkar mencatat selama tahun 2025 telah menerima 156 laporan nonkebakaran dan evakuasi. Laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan rescue atau evakuasi.
Sejauh ini laporan nonkebakaran yang paling banyak diterima adalah laporan tawon vespa atau affinis yakni terdapat 93 laporan.
Sementara sisanya adalah laporan binatang liar lainnya. Mulai dari evakuasi ular, biawak, monyet liar, burung perkutut, kucing dan pembersihan semut.
Sementara laporan nonkebakaran yang turut dilaporkan kepada pemadam kebakaran adalah evakuasi pohon tumbang, pelepasan cincin, perbaikan pintu rumah, pembersihan solar dan lumpur. Serta mengevakuasi korban yang kesetrum saat merenovasi rumah.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024 laporan nonkebakaran mengalami kenaikan. Pada tahun sebelumnya terdapat 121 laporan. Dari keseluruhan laporan yang telah diterima mayoritas adalah evakuasi tawon vespa.
“Laporan evakuasi mayoritas masih sama seperti sebelum-sebelumnya yakni evakuasi tawon vespa dari pemukiman. Hewan kecil yang memiliki sengat ini kerap ditemukan di tengah-tengah pemukiman warga. Sehingga sering dikeluhkan dan petugas segera melakukan evakuasi,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni