KRAKSAAN, Radar Bromo-Malam Grand Final Duta Wisata Kakang Ayu Kabupaten Probolinggo 2025 juga menjadi momentum pencanangan Desa Wisata (Dewi) SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis Budaya).
Launching Dewi Sae itu dilakukan dengan cara unik. Bupati Probolinggo Muhammad Haris memukul gong.
Namun gong yang dipukul itu bukan gong pada umumnya. Namun gong lewat videotron atau gong digital.
Gus Haris -sapaan akrab Bupati Probolinggo- didampingi ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma, Sekda Ugas Irwanto dan Kepala Disporapar Heri Mulyadi.
Usai gong dipukul, layar pun berubah menjadi tampilan desa-desa yang jadi pilot project 100 desa wisata di Kabupaten Probolinggo.
Melalui program ini, Pemkab Probolinggo berencana mewujudkan 100 desa wisata unggulan di seluruh kabupaten.
Bupati Probolinggo Gus Haris mengatakan, Dewi SAE merupakan bentuk nyata pengembangan pariwisata berbasis desa.
Tujuannya salah satunya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“DEWI SAE adalah wujud komitmen kami untuk membangun identitas unik di tiap desa. Dengan pendekatan religi, budaya, dan ekonomi kreatif, setiap desa bisa menjadi magnet wisata tersendiri,” katanya.
Menurutnya, 100 desa wisata ini dirancang untuk menciptakan pola perjalanan wisata (travel pattern) yang menyeluruh di Kabupaten Probolinggo.
Sehingga, wisatawan tidak menjadikan Kabupaten Probolinggo sekadar pintu gerbang ke Gunung Bromo. Namun, juga menjadikannya sebagai destinasi wisata utama.
Karena itu, strategi pengembangan yang tepat akan diterapkan. Mencakup pelatihan pengelolaan wisata berbasis komunitas, penguatan infrastruktur penunjang, hingga promosi digital agar bisa menjangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Harapannya, Dewi SAE bisa meningkatkan daya saing desa-desa lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Adapun Duta Wisata Kakang Ayu diharapkan menjadi duta promosi yang efektif untuk mengenalkan potensi desa wisata di berbagai platform. Termasuk di media sosial dan forum nasional.
“Dengan dicanangkannya DEWI SAE, Kabupaten Probolinggo kini siap bersaing menjadi salah satu poros pariwisata terdepan di Jawa Timur. Ini bukan sekadar program, tetapi transformasi desa menuju masa depan yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya,” jelasnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi