KRAKSAAN, Radar Bromo - Mati satu, tumbuh seribu. Pepatah ini seakan menjadi gambaran maraknya aksi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Probolinggo.
Maret lalu, dua maling motor berhasil dilumpuhkan polisi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Dua tersangka asal Desa Condong, Kecamatan Gading, itu sama-sama dihadiahi timah panas di kakinya.
Setelah dua maling ini tertangkap, bukan berarti kejahatan mereda. Bahkan, dalam sepekan terakhir, terjadi tiga kasus pembegalan.
Kamis (17/4), seorang ibu muda menjadi korban rampok di Kecamatan Leces. Tak hanya motornya yang diembat, tangan korban juga dibacok.
Sabtu (19/4) malam, giliran warga Desa Puspan, Kecamatn Maron dibegal di Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan.
Korban yang kala itu bersama anak dan istrinya, harus merelakan motor Honda Scoopy-nya dibawa begal.
Minggu (20/4) malam, kawanan begal beraksi di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Mereka membegal seorang perempuan yang baru pulang kerja. Honda Vario-nya raib digondol pelaku.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur memastikan tak tinggal diam melihat maraknya kejahatan ini.
Ia mengaku sudah memerintahkan personel lapangan untuk tidak ragu mengambil tindakan tegas jika para pelaku membahayakan keselamatan masyarakat atau aparat.
“Jika situasi mengancam, kami akan bertindak cepat dan tegas. Tidak akan ada toleransi bagi pelaku kejahatan jalanan. Kalau masih nekat, akan kami buru hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pelaku merupakan residivis yang tergabung dalam jaringan lintas wilayah.
Bahkan, dari dalam penjara mereka masih aktif berkomunikasi dan berbagi informasi tentang lokasi-lokasi yang dianggap “aman” untuk beraksi.
“Mereka punya jaringan yang terus aktif. Bahkan, saat sedang menjalani hukuman. Karena itu, kami menyiapkan strategi khusus, termasuk lima unit tim opsnal untuk mengantisipasi pergerakan mereka,” jelasnya.
Khusus untuk wilayah Polres Probolinggo, kepolisian tengah menyusun langkah strategis demi meredam keresahan warga.
“Tentu ada langkah khusus. Tunggu saja tanggal mainnya,” katanya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando