GADING, Radar Bromo-Truk muat pasir yang melintas di jalanan desa wilayah Kabupaten Probolinggo kerap membuat akses alami kerusakan. Terbaru, sebuah jembatan di Desa Kaliacar, Kecamatan Gading ambruk.
Jembatan berkonstruksi beton itu ambruk Jumat sore (21/2), usai dilintasi truk muat pasir.
Jembatan yang ambruk itu menghubungkan antara Dusun Paleran dengan Dusun Tegalan.
Tidak ada korban dalam insiden tersebut, Namun truk kesulitan untuk dievakuasi.
Sekretaris Desa Kaliacar Samsul Arifin mengatakan, jembatan yang ambruk tersebut berada di Dusun Paleran.
Memang jembatan itu digunakan sebagai akses penghubung antar dusun.
Setiap hari dilintasi oleh warga sekitar yang hendak ke ladang maupun ke pemukiman warga.
“Jembatan ambruk itu lokasinya di RT 20/ RW 06, Dusun Paleran,” ucapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, insiden ambruknya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 15.00.
Saat itu, sebuah truk bermuatan pasir melintas. Setibanya di tengah jembatan, tiba-tiba jembatan ambruk.
Diduga kuat jembatan tersebut ambruk lantaran kondisi sudah tua. Sementara muatan truk begitu berat. Sehingga tidak kuat menahan beban.
“Kami mendapatkan laporan bahwa ada jembatan ambruk. Setelah dicek rupanya jembatan ambruk karena truk pasir yang melintas,” katanya, Sabtu (22/2).
BPBD Kabupaten Probolinggo kemudian menerjunkan petugas untuk melakukan asesmen.
Dari informasi yang dihimpun jembatan konstruksi beton tersebut memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Sementara jembatan memiliki tinggi 7 meter dari permukaan air sungai.
Sementara setelah kejadian truk terperosok dan tertahan. Agar tidak sampai jatuh ke dasar sungai warga kemudian menahannya menggunakan tali.
Pertolongan darurat ini dilakukan sampai dengan evakuasi truk dilakukan. Namun karena sempitnya akses menuju lokasi kendaraan berat sementara tidak bisa diterjunkan.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi karena jembatan sudah ambruk wilayah sekitar tidak bisa dilintasi. Sementara hingga sabtu (22/2) pukul 13.30 truk masih belum dievakuasi,” tandasnya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi