Turut hadir dalam perlombaan ini Sekda Probolinggo Ugas Irwanto dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Fathur Rozi. Seluruh kepala desa di Kabupaten Probolinggo juga datang,
Perlombaan yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (3/6) dan Minggu (4/6) ini berjalan meriah. Ini adalah gelaran kedua usai tahun 2022 lalu. Namun tahun ini jumlah peserta yang ikut lebih banyak.
Tahun ini 120 peserta tidak hanya dari Probolinggo. Tapi juga dari Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, hingga Madura. Ada dua kelas yang dipertandingkan besar dan kecil.
Sistem pertandingannya, seluruh peserta harus mengikuti babak penyisihan. Peserta yang kalah masuk ke golongan B, sementara yang menang masuk golongan A. Selanjutnya peserta itu saling bertanding lagi untuk menjadi juara.
"Kelas kecil sapi ukuran maksimal 105 sentimeter. Di cari tiga terbaik di masing masing kelas di A dan B. Memperebutkan hadiah uang tunai total Rp 75 juta," kata Ketua Panitia Perlombaaan Karapan Sapi Imam Syafii.
Dalam lomba ini tiga orang keluar menjadi yang terbaik. Di antaranya Haji Raden Muhammad dari Bangkalan, Madura; Adam dari desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Probolinggo dan Imam asal Kota Probolinggo. Muhammad mendapatkan hadiah uang, trofy tetap dan tentu saja piala bupati.
Sekda Ugas sangat mengapresiasi perlombaan ini. Pihaknya berharap agar bisa dilakukan setiap tahun. Sebab perlombaan ini sebagai bentuk melestarikan budaya di Probolinggo. "Ini bentuk pelestarian budaya yang berpotensi pada pariwisata," katanya.
Imam selaku ketua panitia menambahkan, perlombaan ini akan rutin digelarkan. Diupayakan tahun depan akan dilaksanakan lomba serupa dengan hadiah lebih besar dan jumlah peserta lebih banyak. "Ditunggu saja ya," terang Imam. (riz/*) Editor : Ronald Fernando