Kanit Reskrim Polsek Kraksaan IPDA Djuwantoro Setyowadi mengatakan, pascapenangkapan pelaku pihaknya intens melakukan pemeriksaan. Pihaknya menemukan kunci T yang dilengkapi dengan 7 jenis mata kunci berbagai ukuran kecil hingga yang ukuran besar.
Ada juga kunci magnet yang digunakan sebagai pembuka magnet kontak motor, dan dompet tempat kunci-kunci tersebut disimpan. Mata kunci tersebut telah disiapkan untuk membobol motor sasarannya.
"Dugaan kuat pelaku spesialis curanmor. Terbukti dari kunci T yang kami temukan dari tangan pelaku. Berbeda ukuran. Jadi fungsinya membobol kontak motor yang menjadi sasaran aksinya," katanya. Ia juga menduga kuat bahwa motor Honda Beat bernomor P 3008 IN yang digunakan saat beraksi bersama rekannya, juga merupakan hasil curian.
Berapa kali pelaku sudah berapa kali beraksi dan wilayah aksinya dimana saja? Setyo masih belum bisa menjabarkan secara gambling. Namun dari temuan yang diperoleh, aksi curanmor dilakukan lebih dari satu kali. Salah satunya wilayah adalah Kecamatan Kraksaan.
"Masih terus kami dalami, setelah tertangkap pemeriksaan belum maksimal karena pelaku kami duga dalam pengaruh obat - obatan," bebernya.
Diberitakan sebelumnya polisi menangkap Saneman, 45, warga Dusun Koreng, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember Rabu (25/1). Dia terpergok mencuri motor milik warga di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan. Pelaku berhasil ditangkap setelah motor hasil curian kehabisan BBM di Kecamatan Krejengan.
Aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 13.00. Bermula saat Mursidi, 36, warga Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, memarkirkan motor Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan. Saat buruh tani itu berangkat ke sawah, datanlah dua pelaku yang salah satunya Saneman. Aksi pembobolan ini berhasil karena pelaku sudah membawa kabur motor tesebut. Tapi gagal kabur jauh karena motor kehabisan BBM. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando