Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kraksaan Penyumbang Sampah Terbanyak ke TPA, Sehari Bisa Segini

Jawanto Arifin • Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:45 WIB
MENGGUNUNG: Seorang bocah bersepeda di TPA Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
MENGGUNUNG: Seorang bocah bersepeda di TPA Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
KRAKSAAN, Radar Bromo - Dalam sehari, produksi sampah di Kabupaten Probolinggo bisa mencapai 70 ton. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Kraksaan menjadi penyumbang terbanyak.

Tilik saja pada 1-11 Juli. Tercatat rata-rata sampah Kecamatan Kraksaan dapat mencapai 15-19 ton perhari. Sementara itu, di kecamatan lainnya, rata-rata produksinya ada di 3-9 ton per hari.

Dari 11 hari itu juga tercatat, jumlah sampah yang diproduksi oleh Kecamatan Kraksaan mencapai 153 Ton. Sementara di urutan nomor dua ada Kecamatan Paiton dengan produksi 78 ton. Urutan ketiga ialah Kecamatan Dringu dengan produksi selama 11 hari sebanyak 55 ton.

Adanya sejumlah wilayah yang memliki tingkat produksi sampah cukup tinggi tersebut diugkap Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Iskandar, Menurut Iskandar, ada sejumlah faktor kenapa di tiap kecamatan, produksi sampahnya berbeda.

Di Kraksaan lantaran kecamatan ini ibukota Kabupaten Proboilinggo. Daerahnya padat. Faktor ini mempengaruhi produksi sampah. Selain itu kesadaran kebersihan lingkungan masyarakatnya cukup tinggi. Sehingga, sampah-sampah dibuang di lokasi sesuai, yakni Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

"Seperti Kraksaan kan pusat kota. Sehingga maklum produksinya cukup tinggi. Di lokasi produksi tinggi lainnya juga sama karena aktivitas produksi juga tinggi. Seperti Paiton dan Dringu kan bisa dikatakan lokasi sentral masyarakat," katanya.

Di Kraksaan, kata Iskandar, juga didukung dengan fasilitas yang cukup. Salah satunya keberadaan TPS yang cukup banyak dan memiliki fasilitas yang mempuni atau besar. "Di sana (Kraksaan) ada 3 TPS, yaitu TPS Semampir, Dekat Makam Pahlawan Kandang Jati Kulon, dan TPS di Patokan," ujarnya.



Dengan adanya fasilitas yang mempuni tersebut, diungkap Iskandar, banyak wilayah penyanggah atau sekitar Kecamatan Kraksaan yanng membuang ke TPS di wilayah Kraksaan. Seperti Kecamatan Besuk dan Krejengan.

Terlepas dari tingginya produksi di sejumlah wilayah tersebut, Iskandar berharap agar masyarakat dapat sadar akan kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. "Sebab jika di buang sembarangan, maka akan menyulitkan para petugas. Kami juga berharap, ada suport dari jajaran desa utuk pengelolaan sampah. Baik dengan mengadakan program bank sampah dan sebagainya," jelasnya.

DLH juga mencatat, produksi sampah selama enam bulan Kabupaten Probolinggo telah mengangkut sebanyak 9.397 ton sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan. Sampah tersebut diangkut dari 71 Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Probolingo. Iskandar menjelaskan jika sampah yang diangkut mayoritas sampah rumah tangga dihasilkan oleh perkampungan dan perumahan warga. Sementara sisanya merupakan sampah yang diperoleh dari perkantoran dan tempat publik.

"Produksi bulanan selama enam bulan kami catat paling rendah sebanyak 1.200 ton. Nah ini jika tidak segera ditangani pasti akan terjadi masalah lingkungan," ungkapnya.

Berdasarkan data angkut sampah ke TPA Seboro. Dalam kurun waktu enam bulan yakni mulai Januari hingga Juni, total sampah yang diangkut mencapai 9.397 ton. Sehingga sampah yang dihasilkan juga meningkat. Sampah yang diangkut mayoritas tetap sampah rumah tangga. Jumlahnya kerap meningkat jika ada hari libur.

"Penanganan saat libur panjang, kami siagakan petugas pengangkut sampah untuk mengecek TPS yang ada. Pengecekan dilakukan secara rutin agar tidak ada penumpukan sampah," pungkasnya. (mu/ar/fun) Editor : Jawanto Arifin
#produksi sampah #sampah kabupaten probolinggo