KENYAMANAN warga dalam beraktivitas sehari-hari menjadi salah satu perhatian Pemerintah Desa Maron Kidul. Semua infrastruktur yang bersinggungan dengan lingkungan masyarakat terus diperbaiki. Salah satunya, tahun ini ada pengadaan penerangan jalan umum (PJU).
Bendahara Maron Kidul Miyantoni mengatakan, pengadaan PJU difokuskan untuk dua dusun. Yakni, Dusun Brukan dan Dusun Pekalen.
“Kami mendapat usulan dari warga jika jalan di dusun tersebut saat malam masih gelap. Sementara, lingkungan sekitar termasuk permukiman padat penduduk. Jadi, pengadaan PJU kami prioritaskan,” katanya.
Pemerintah desa juga memetakan wilayah yang membutuhkan tambahan PJU. Hasilnya, diketahui butuh 75 unit. Bukan hanya jalan di tengah permukiman, namun juga di ruas jalan yang memiliki volume kendaraan padat. “Semua sudah kami realisasikan,” ungkapnya.
Selain PJU, pemerintah desa juga telah membangun tembok penahan tanah (TPT). Berlokasi di RT 20/RW 6 Dusun Relban dengan panjang 26 meter dan tinggi 1,5 meter.
Infrastruktur ini memiliki dua fungsi. Di samping menguatkan areal pertanian milik warga, juga untuk menguatkan bahu jalan. Agar tidak mudah ambrol saat dilintasi kendaraan memuat hasil panen.
“Ada sekitar 5 hektare lahan pertanian yang akan terdampak jika TPT rusak. Maka dari itu, pembangunannya segera kami realisasikan. Sekarang sudah kokoh dan tidak mengkhawatikan,” katanya.
Wujudkan Ketahanan Pangan
PENGUATAN ketahanan pangan turut menjadi sasaran pembangunan Pemerintah Desa Maron Kidul. Alasannya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi salah satu tonggak kemakmuran desa. Tetapi, juga mempengaruhi kesejahteraan warga.
Sarana dan prasarana yang akan dibangun adalah irigasi sepanjang 48 meter di RT 2/RW 1 Dusun Brukan. Irigasi ini merupakan salah satu penyuplai air 50 hektare lahan pertanian.
“Kami sudah rencanakan pembangunannya. Saat ini masih belum ada pembangunan. Jadi, struktur irigasi belum kokoh,” ujar Bendahara Maron Kidul Miyantoni.
Irigasi ini perlu dibangun, karena pasokan air ke areal pertanian sangat memengaruhi kualitas tanaman. Karena itu, keberadaan irigasi harus lebih diperhatikan dengan baik.
Rencana di bidang pertanian yang akan dilakukan berikutnya adalah mengaspal jalan sepanjang 815 meter di RT 2/RW 1 Dusun Brukan. Lokasinya berdekatan dengan irigasi yang akan dibangun.
Jalan ini menjadi sasaran pembangunan karena volume kendaraannya cukup padat. Khususnya saat pagi dan sore. Sejatinya, sebelumnya, jalan ini sudah diaspal. Tetapi, karena sering dilintasi kendaraan bermuatan berat dan masa waktu penggunaannya sudah lama, lapisan aspal rusak.
Nantinya pembangunan jalan akan dilakukan dengan sistem aspal lapisan penetrasi (lapen). Sebab, struktur pembentuk jalan masih kokoh. Masih memungkinkan diaspal lapen. “Rencana sudah kami susun dengan matang. Tinggal realisasinya,” tuturnya. (ar/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA MARON KIDUL TAHUN ANGGARAN 2022
Pendapatan
Pendapatan asli desa Rp 5.000.000,00
Pendapatan transfer Rp 2.576.823.034,00
Jumlah Pendapatan Rp 2.581.823.034,00
Belanja
Belanja pegawai Rp 425.142.320,00
Belanja barang dan jasa Rp 598.476.399,00
Belanja modal Rp 735.600.400,00
Belanja tidak terduga Rp 898.400.000,00
Jumlah belanja Rp 2.657.619.119,00
Surplus / (Defisit) (Rp. 75.796.085,00)
Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan Rp 75.796.085,00
SILPA tahun sebelumnya Rp 75.796.085,00
Pembiayaan netto Rp 75.796.085,00
Sisa lebih pembiayaan anggaran 0,00
Editor : Ronald Fernando