Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan, proyek itu dibiayai oleh dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Anggaran itu untuk realisasi program digitalisasi sekolah.
Menurutnya, perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi saat ini sangat pesat. Agar tidak ketinggalan, dunia pendidikan harus dapat menyesuaikan diri. Sehingga dapat meningkatkan kompetensi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan melalui pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Kabupaten Probolinggo sendiri mendapat anggaran sebesar Rp 3,235 miliar. Dengan rincian, jenjang SMP dianggarkan Rp 1,875 miliar untuk pengadaan peralatan teknologi, informasi, dan komunikasi di 15 SMP.
Lalu untuk jenjang SD dianggarkan Rp 1,360 miliar untuk pengadaan peralatan teknologi, informasi, dan komunikasi sebanyak delapan SD. Serta pengadaan media pendidikan pada delapan SD.
“Rincian barang pada pengadaan peralatan teknologi, informasi, dan komunikasi adalah pengadaan 15 unit laptop, satu unit proyektor dan dilengkapi wireless router dan conector pada tiap sekolah,” tandasnya.
Rozi –panggilannya- menambahkan, digitalisasi sekolah juga untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Juga pembelajaran daring melalui sistem aplikasi rumah belajar.
Selain itu, program ini juga untuk pelaksanaan asesmen nasional. Dan menjalankan bahan belajar berbasis video, audio, dan multimedia interaktif.
“Digitalisasi sekolah mendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Nantinya dapat dipantau oleh Kementerian,” pungkasnya. (ar/hn) Editor : Ronald Fernando