Sesuai dengan rilis data Covid-19 Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, per Selasa (8/2) lalu ditemukan 29 kasus tambahan. Sementara Rabu (9/2) kembali mendapat tambahan 16 kasus. Kecamatan Kraksaan dan Dringu berwarna merah. Selain itu, 3 kecamatan zona orayeg dan 14 zona kuning. Sisanya zona hijau.
Kini total akumulatif kasus yang ada di kabupaten Probolinggo 7.322, dengan kasus aktif atau pasien yang sedang dirawat sebanyak 77 pasien. Sementara pasien sembuh 6.749, dan pasien dengan kasus meninggal 496.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten dr Dewi Vironica menyebutkan, tambahan kasus yang menyebabkan sejumlah wilayah zona merah tersebut, disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya pada tracking pada kontak erat pasien sebelumnya.
"Namun, paling banyak dari luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya. Ini kasus yang terjadi di Kecamatan Dringu. Jadi mereka itu bekerja di sana, domisilinya di sana, namun KTP-nya di sini (Probolinggo, Red). Pengecekannya dilakukan di luar daerah tersebut," ujar perempuan yang akrab disapa Viro tersebut.
Pada sejumlah kasus tambahan tersebut, Viro menyebutkan jika belum ada tambahan kasus dari para siswa. "Dari data yang kami dapat, masih belum ada," bebernya.
Dengan adanya lonjakan kasus, Viro menyebutkan, jika pihaknya akan terus melakukan peningkatan pada vaksinasi dosis dua. Hal itu dilakukan demi herd immunity masyarakat dapat meningkat.
"Yang akan kami lakukan meningkatkan capian vaksinasi dosis dua ini. Dengan asumsi atau harapan. Jika sudah banyak yang tervaksin, daya tahan tubuh akan Covid-19 ini dapat ditingkatkan. Sehingga, meski virusnya masuk ke tubuh, tidak begitu berat. Antibodi nya kan sudah lebih bagus," bebernya. Dengan adanya lonjakan kasus tersebut juga, ia meminta kepada masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan.
Apakah lonjakan kasus ini akan mempengaruhi level pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)? Viro menyebutkan jika memang jumlah kasus menjadi salah satu faktor penilaian atau assessment yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Hanya saja ada beberapa poin lain. Salah satunya pada bed occupancy rate (BOR) rumah sakitnya, yang saat ini fokus kami. Alhamdulillah sampai saat ini rumah sakit masih belum penuh. Assessment dilakukan oleh pemerintah pusat," jelasnya. (mu/fun) Editor : Jawanto Arifin