KRAKSAAN, Radar Bromo – Bencana yang terjadi merusak bangunan warga dan menimbulkan kerugian materiil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana di dua wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, penyaluran bantuan logistik dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana. Sekaligus sebagai upaya percepatan penanganan pasca bencana.
Bantuan yang diberikan kepada warga terdampak meliputi selimut, paket makanan, paket sandang serta terpal untuk kebutuhan darurat.
Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami bersama tim telah melaksanakan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak,” ujarnya.
Pendistribusian bantuan tersebut melibatkan sejumlah pihak terkait. Meliputi BPBD Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo, Agen Jatim, Pemerintah Desa dan Kecamatan.
Dua wilayah yang mendapat bantuan logistik tersebut diantaranya pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak puting beliung di Dusun Karang Tengah RT.04/RW.01, Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan.
TRC PB BPBD bersama unsur terkait melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar. Dari hasil pendataan, terdapat empat rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan dapur.
Serta delapan titik TPT yang longsor akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin kencang.
“Kami juga menyalurkan terpal yang digunakan untuk penanganan sementara di lokasi TPT yang longsor,” ungkapnya.
Oemar menambahkan BPBD terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak tersebut.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi terjadi hujan disertai angin.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang rawan longsor. Segera lapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila terjadi kejadian darurat,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid