Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

4,5 Jam Krusial: Selamatkan Nyawa dari Stroke

Muhamad Busthomi • Sabtu, 22 Maret 2025 | 18:45 WIB
TANGANI: Seorang petugas medis RSUD Bangil saat memberikan penanganan kepada pasien yang ditengarai terserang stroke. Penanganan cepat dibutuhkan, supaya tidak memicu kecacatan permanen.
TANGANI: Seorang petugas medis RSUD Bangil saat memberikan penanganan kepada pasien yang ditengarai terserang stroke. Penanganan cepat dibutuhkan, supaya tidak memicu kecacatan permanen.

STROKE menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan permanen bahkan kematian.

Di Indonesia, stroke menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi, dengan angka mencapai 138.268 jiwa atau 9,7% dari seluruh kematian.

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat. Sehingga otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Namun, penyakit ini tidak datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda peringatan.

Gejala stroke dapat dikenali melalui beberapa tanda pada tubuh. Seperti sakit kepala yang sangat parah dan mendadak, kelemahan pada wajah, lengan, dan kaki, kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan saat berjalan, muntah, dan penurunan kesadaran.

Mengingat betapa berbahayanya stroke, penanganan yang tepat sangat penting. Terutama pada saat pertolongan pertama.

Dalam dunia medis, pertolongan pertama pada stroke dikenal sebagai “pre-hospital”.

Hal itu penting, karena stroke memerlukan penanganan medis dalam “golden periode”, yaitu 4,5 jam pertama sejak gejala muncul.

Periode ini sangat krusial, karena penanganan medis yang tepat dapat meminimalkan kerusakan otak.

Dampak kecacatan akibat stroke juga dapat dikurangi, jika penanganan dilakukan dengan cepat dalam periode tersebut.

Tindakan cepat dan tepat dalam menangani stroke dapat membatasi kerusakan otak, mengurangi risiko kecacatan, dan bahkan mencegah kematian.

Jika Anda mengenali tanda-tanda darurat stroke, sambil menunggu bantuan medis atau ambulan, lakukan pertolongan pertama.

Apabila pasien sadar, posisikan kepala dan bahu lebih tinggi dari tubuh. Gunakan bantal empuk dan jaga suhu tubuh pasien tetap nyaman.

Longgarkan pakaian yang ketat dan pastikan jalan napas bersih dan tidak terhambat. Hindari memberikan makanan atau minuman kepada pasien stroke.

Lain halnya ketika pasien dalam kondisi tidak sadar atau pingsan. Periksa apakah dada pasien bergerak naik turun.

Dengarkan apakah pasien bernapas. Jika tidak, lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Baringkan pasien telentang, berlutut di sampingnya, dan berikan 30 kompresi dada.

Lakukan kompresi dada yang kuat dan cepat, atau berikan napas buatan.

Miringkan kepala pasien ke belakang, angkat dagunya, tutup hidung, dan berikan napas mulut ke mulut.

Ulangi kompresi dada dan napas buatan hingga pasien menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau sampai petugas medis tiba.

“Pasien dengan gejala stroke sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di rumah. Penanganan harus cepat, terutama saat serangan terjadi, maksimal tiga jam harus sudah ditangani,” kata Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina.

Terkait dengan pre-hospital pada pasien stroke, Arma mengingatkan penanganan cepat, termasuk pemberian alteplase, obat yang terbukti secara medis dapat membuka sumbatan pembuluh darah.

Sehingga, fungsi organ seperti kaki, tangan, atau kemampuan bicara bisa pulih sepenuhnya.

“Tindakan cepat dan tepat dalam penanganan stroke, dapat meminimalkan kerusakan otak, mengurangi kecacatan, hingga menghindarkan pasien dari kematian,” sampainya.

 

Siapkan Layanan Khusus Tangani Stroke

Tingginya kasus stroke, menjadi perhatian dunia medis untuk pemberian penanganan segera.

Inovasi terus dilakukan, untuk meminimalisir risiko. Tak terkecuali oleh RSUD Bangil.

Inovasi layanan penanganan stroke di RSUD Bangil, berupa Stroke Holistik.

Layanan ini, memberikan pendekatan terintegrasi yang mencakup penanganan pre-hospital dengan teknik fibrinolisis dan perawatan komprehensif.

Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tanda dan gejala awal stroke.

Sehingga memungkinkan intervensi cepat dan mencegah keterlambatan penanganan.

Spesialis Saraf di RSUD Bangil dr. Azis Abdullah, mengatakan tindakan cepat dan dini sangat penting untuk meminimalkan dampak stroke.

Salah satunya melalui metode FAST (face, arm, speech, time).

“Stroke tidak berkembang perlahan. Jika seseorang tiba-tiba mengalami kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau wajah yang tampak tidak simetris, ini adalah tanda-tanda stroke yang memerlukan penanganan segera,” jelas Dokter Azis.

Penanganan di rumah sakit, melibatkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif, dimulai dengan pemeriksaan diagnostik. Lalu dilanjutkan dengan terapi yang sesuai.

Azis menekankan bahwa teknik fibrinolitik adalah langkah cepat untuk menangani stroke iskemik (gangguan aliran darah ke otak) dalam waktu tiga jam pertama, yang secara signifikan mengurangi risiko kecacatan dan kematian.

“Dengan metode penanganan yang menggabungkan pengobatan dan rehabilitasi secara terpadu, tingkat keberhasilan pemulihan bisa mencapai hampir 80 persen,” paparnya. (tom/one)

 

Tentang Penyakit Stroke

 

Gejala stroke:

 

Penanganan Bila Sadar

 

Bila Tidak Sadar

Editor : Jawanto Arifin
#rsud bangil #penyakit jantung #stroke