Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Lho Plus-Minus Makan Buah Durian

Achmad Arianto • Sabtu, 1 Februari 2025 | 16:30 WIB

 

Istimewa
Istimewa

FAVORIT: Memakan durian kerap menjadi kesukaan banyak orang. Kiri, dr. Dicky Febrianto, Sp. PD, dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Graha Sehat

SIAPA yang tidak kenal dengan buah durian. Buah yang memiliki bentuk unik ini dilindungi oleh kulit berduri namun isinya begitu legit. Banyak orang menyukainya, tapi juga akan berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Durian sejatinya adalah buah yang sangat padat nutrisi. Dalam tiap 100 miligram durian terkandung sekitar 134 kilokalori dan beragam nutrisi.

Diantaranya 28 gram karbohidrat, 2,5 gram protein, 3,5 gram serat, 7 miligram kalsium, 4 miligram fosfor, 1 miligram natrium, 601 miligram kalium, dan 53 miligram vitamin C.

Selain itu buah durian juga mengandung antioksidan dan mikronutrien yang lain. Raja buah ini mengandung lebih tinggi kalori dibandingkan kebanyakan buah, mirip dengan alpukat.

Hal ini karena durian mengandung lemak, yang pada umumnya tidak ditemukan dalam buah lainnya kecuali alpukat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Graha Sehat dr. Dicky Febrianto, Sp. PD mengatakan, batas aman mengkonsumsi buah durian bervariasi dan tergantung pada masing-masing individu. Durian tidak berbahaya sepanjang orang tersebut kuat mengkonsumsinya.

“Tidak ada batasan tertentu. Yang bisa mengukur adalah tubuh individu yang bersangkutan. Orang-orang tanpa riwayat penyakit kronis atau penyakit yang sudah berkomplikasi, tidak ada batasan yang ketat untuk konsumsi buah durian,” katanya.

Namun bagi mereka dengan kondisi-kondisi penyakit tertentu batas aman konsumsi durian adalah tidak lebih dari 35 gram buah atau daging durian dalam sehari.

Takaran ini setara dengan 1 biji durian (bukan 1 buah, Red) ukuran besar atau 2 biji ukuran kecil.

Jumlah ini dianjurkan untuk mendapatkan manfaat secara optimal dan menghindari efek samping mengkonsumsi durian.

Durian memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan saluran pencernaan dengan mencegah risiko terjadinya sembelit.

Serat dapat membuat kita kenyang lebih lama setelah makan sehingga membantu kita mempertahankan berat badan optimal.

Durian mengandung lemak tak jenuh yang dalam jumlah tertentu dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan jantung. Kandungan vitamin C di durian mencapai 80 persen dari kebutuhan harian, dapat membantu tubuh memproduksi kolagen.

“Buah ini juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal infeksi penyakit. Seperti influenza, demam, peradangan, infeksi jamur, serta mempercepat proses penyembuhan luka,” bebernya.

Antioksidan yang tinggi dalam buah durian dapat menurunkan risiko kanker. Antioksidan juga dapat melawan radikal-radikal bebas di dalam tubuh sehingga sel-sel tubuh mengalami perlambatan dari kerusakan sehingga tubuh jadi lebih awet muda.

Durian dapat membuat kulit lebih berkilau dan menyamarkan bercak hitam pada kulit. Khasiat ini diperoleh dari kandungan vitamin C, serta mikronutrien lain seperti fitonutrien, polifenol, dan flavonoid.

Mineral-mineral seperti kalsium, kalium, dan magnesium baik untuk kesehatan tulang dan sendi, dengan meningkatkan massa tulang, memperbaiki kekuatan serat kolagen, dan meningkatkan fleksibilitas sendi.

“Kalium juga berperan dalam membantu mengontrol tekanan darah agar tetap berada di rentang yang normal, artinya konsumsi buah tropis ini dalam porsi yang sesuai mampu menurunkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi,” terangnya.

Makan Secukupnya, Jangan Dibarengi dengan Minum Alkohol dan Kafein

SELAIN memiliki kandungan yang bagus untuk tubuh, ada beberapa kondisi atau penyakit tertentu di mana seseorang tidak disarankan mengonsumsi durian.

Salah satunya adalah ibu hamil dan menyusui. Bagi mereka yang tidak terbiasa durian dapat menyebabkan kontraksi pada kehamilan dan mempengaruhi produksi air susu ibu.

Durian merupakan buah dengan indeks glikemik rendah. Artinya tidak menyebabkan peningkatan gula darah secara drastis setelah menyantapnya.

Karena itu, buah ini disebut ramah bagi penderita diabetes. Sekalipun indeks glikemiknya rendah.

Namun bila konsumsinya dalam jumlah besar maka jumlah total kalorinya tetap saja besar. “Karena itulah mengkonsumsi durian pada penderita diabetes perlu dibatasi,” ujar dr. Dicky Febrianto.

Begitu juga orang dengan obesitas dan penderita penyakit kardiovaskular (jantung koroner, stroke, Red) perlu berhati-hati jika mengkonsumsi buah ini. Sebab buah ini memiliki kandungan lemak yang tinggi. Orang yang memiliki penyakit ginjal kronis tidak dianjurkan makan raja buah ini.

Penderita gagal ginjal kronis kesulitan mengeluarkan kelebihan kalium secara efektif melalui ginjal mereka.

Akibatnya, kandungan kalium yang tinggi yang pada durian justru akan membahayakan bagi jantung karena kadarnya menjadi tidak terkendali.

Durian tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol. Durian memiliki kandungan senyawa sulfur yang dapat memperlambat metabolisme alkohol.

Akibatnya alkohol akan terurai lebih lama dan menyebabkan kembung serta mabuk. Selain alkohol, minuman bersoda juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan durian.

Durian dikenal sebagai makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak. Bila dikonsumsi bersamaan dengan soda, maka dapat memicu kadar gula darah yang meningkat dengan cepat.

Konsumsi durian bersama kopi dapat memicu intoksikasi atau keracunan ringan. Hal ini karena kopi mengandung kafein, sedangkan durian memiliki kandungan sulfur dan karbohidrat.

Senyawa-senyawa ini yang akan mengalami reaksi tertentu di dalam tubuh saat bercampur.

Makanan tertentu seperti manggis, leci, kelengkeng, kepiting, dan daging kambing juga disarankan tidak dikonsumsi bersamaan dengan durian, mengingat kadar gula atau kadar lemaknya yang tinggi, namun anjuran ini bersifat individual, tergantung dari kondisi tubuh tiap-tiap individu.

Meskipun menawarkan manfaat kesehatan yang sangat besar, makan buah durian tidak boleh berlebihan.

Hal ini dapat mengganggu pencernaan, terutama bagi mereka yang tidak bisa mengkonsumsi banyak serat. Akibatnya adalah diare, sakit perut, dan kembung.

Dampak negatif konsumsi durian di antaranya masalah pencernaan (diare, sakit perut, kembung), gejala sakit tenggorokan dan suara serak, serta kenaikan berat badan akibat kandungan kalorinya yang tinggi.

“Kunci dari mengonsumsi durian secara aman adalah jangan memakannya secara berlebihan,” tuturnya.

Agar tetap mendapatkan manfaat durian tanpa efek samping, batasi porsinya, hindari kombinasi dengan alkohol, serta kombinasikan dengan buah-buahan lain. “Mabuk durian” adalah salah satu keracunan makanan, yaitu akibat makan durian dalam jumlah yang terlalu berlebih. Beberapa tanda mabuk durian adalah perut terasa tidak nyaman, buang gas terus-menerus, diare, muntah, atau bahkan alergi berupa gatal-gatal. Dalam kasus mabuk durian, mengkonsumsi susu air kelapa bisa menjadi pilihan untuk menetralkan gas pada durian.

Buah durian memiliki aroma dan rasa yang belum tentu cocok bagi semua orang. Namun, nutrisi di dalamnya bisa mendukung kesehatan selama dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

“Dengan porsi yang tepat, durian bisa menjadi tambahan yang lezat dan bergizi dalam pola makan sehat kita,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#King of Fruit #durian #duren