Gaya hidup modern menyajikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Segala hal tersedia dengan praktis dan instan. Namun, di balik itu, terdapat dampak negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah munculnya fenomena yang dikenal dengan istilah ’remaja jompo’.
REMAJA jompo sendiri adalah istilah slang dalam bahasa Indonesia yang menggabungkan kata ”remaja” yang berarti orang muda atau anak muda dengan kata ”jompo” yang berarti tua atau renta.
Sebuah kondisi yang kontradiktif sebenarnya. Karena remaja, seharusnya cenderung lebih prima.
Dan memang istilah ini kerap kali digunakan untuk menyebut anak muda yang kondisi tubuhnya ’menyerupai’ orang jompo. Seperti mengalami pegal-pegal, mudah lelah, masuk angin, dan sakit punggung.
”Yang harus kita waspadai bersama adalah bahwa penyakit degeneratif yang seharusnya muncul di usia tua saat ini banyak muncul di usia muda. Seperti diabetes, hipertensi, obesitas, gangguan kolesterol dan lainnya,” kata dr. A. Arif Junaedi, Ketua IDI Kabupaten Pasuruan.
Persentase laki-laki dan perempuan kurang lebih hampir sama dengan keluhan yang juga hampir sama.
Fenomena anak muda yang sering mengalami pegal-pegal, mudah lelah, masuk angin, dan sakit punggung bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
Gaya hidup sedentary menempati urutan teratas. Sedentary adalah salah satu jenis gaya hidup dimana seseorang kurang melakukan gerak atau kurang melakukan aktivitas fisik yang berarti.
Banyak anak muda menghabiskan waktu mereka dengan duduk dalam waktu lama. Entah itu di depan komputer, bermain game, gadget, atau menonton televisi.
”Kebiasaan mager juga mempengaruhi kurangnya aktivitas fisik yang dapat menyebabkan otot dan sendi menjadi kaku dan lemah, yang berkontribusi pada rasa pegal dan sakit punggung,” ujar Arif yang juga berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
Postur tubuh yang buruk. Kebiasaan duduk dengan postur tubuh yang salah, seperti membungkuk atau duduk dengan posisi yang kurang tepat, bisa menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang dan otot punggung, yang akhirnya menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman.
Di samping itu, olahraga teratur penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan otot-otot melemah, kurang fleksibel dan elastisitasnya menurun, meningkatkan risiko nyeri otot dan sendi.
”Stres emosional dan mental juga dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang,” katanya.
Stres bisa menyebabkan otot-otot menjadi tegang, yang dapat menyebabkan rasa pegal dan nyeri. Selain itu, nutrisi yang tidak seimbang atau kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral juga mempengaruhi kesehatan fisik dan energi tubuh.
”Kekurangan zat besi, misalnya, dapat menyebabkan kelelahan,” bebernya
Faktor lain adalah kurang tidur. Tidur yang cukup sangat penting untuk pemulihan dan regenerasi tubuh.
”Seringkali kecanduan gadget akan mengakibatkan kurangnya waktu tidur dan istirahat, sehingga ini dapat menyebabkan kelelahan kronis dan rasa sakit pada otot serta sendi,” kata Arif.
Menurutnya, penggunaan gadget berlebihan, terutama dalam posisi yang tidak ergonomis, dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher, bahu, dan punggung, yang berkontribusi pada rasa pegal dan nyeri.
Perhatikan Asupan Makanan
SETELAH semua faktor di atas, asupan makanan juga penting. Kebiasaan makan yang tidak teratur, mengonsumsi makanan cepat saji, dan kurangnya asupan air bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan dan metabolisme, yang juga dapat berkontribusi pada rasa tidak nyaman dan masuk angin.
Ini juga menyebabkan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes muncul di usia lebih muda. Belakangan kasus seperti ini juga banyak ditemui.
- A. Arif Junaedi, Ketua IDI Kabupaten Pasuruan menyebut, mengatasi masalah ini memerlukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti berolahraga secara teratur, menjaga postur tubuh yang baik, makan makanan yang seimbang, tidur yang cukup, dan mengelola stres dengan cara yang sehat.
”Ini juga harus diperhatikan para orang tua jaman now, agar turut mengawasi dan mengarahkan agar anak-anak bisa menjaga pola perilaku hidup sehat, sehingga dapat terhindar dari gangguan dan masalah kesehatan dalam fenomena remaja jompo ini,” kata Arif. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid