Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bijak Manfaatkan Paparan Sinar Matahari untuk Kesehatan

Jawanto Arifin • Sabtu, 20 Mei 2023 | 19:12 WIB
Oleh: Zainal Arifin, Fotografer Jawa Pos Radar Bromo
Oleh: Zainal Arifin, Fotografer Jawa Pos Radar Bromo
SINAR matahari sangat dibutuhkan makhluk hidup untuk berkembang. Tak terkecuali bagi manusia. Tapi, kadarnya harus pas. Bila berlebihan, justru tak baik bagi kesehatan.

Berdasarkan sejumlah penelitian, sinar matahari memberi efek besar untuk kesehatan. Karena menjadi sumber vitamin D yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Bisa menjaga kesehatan kulit, menjaga kesehatan tulang, bahkan bisa memperbaiki mood lho.

Photo
Photo
dr Novie Caroliningrum Sagita, dokter umum Puskesmas Raci.

Tapi, tahukah Anda? Jika paparan sinar matahari berlebih, juga bisa berbahaya? Menurut dr. Novie Caroliningrum Sagita, sinar matahari memang bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan. Terutama sinar mentari pagi. Bisa mengubah energi menjadi pro-vitamin D di dalam tubuh seseorang.

Kecukupan pro-vitamin D di dalam tubuh, sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Karena bisa menjaga kelembapan kulit hingga mencegah penuaan dini.

“Makanya banyak orang-orang barat senang berjemur. Hal ini tak lepas dari manfaat sinar matahari. Terutama sinar mentari pagi yang begitu kaya untuk kesehatan tubuh,” ungkap Dokter Puskesmas Raci ini.

Dokter Novie menambahkan, manfaat lain dari paparan sinar matahari adalah menjaga kesehatan tulang. Produksi vitamin D dalam tubuh dari hasil paparan sinar matahari pagi, bisa menghasilkan nutrisi penting. Yakni kalsium. Kalsium sendiri, merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk tulang dan gigi agar tetap kuat.

WHO menggambarkan, berjemur di pagi hari selama 10 menit hingga 15 menit, bisa mencegah 40 persen kasus osteoporosis. Selain itu, sinar matahari pagi juga bermanfaat dalam menjaga kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, serta menyembuhkan penyakit kulit seperti jerawat, eksim, dan beberapa penyakit yang diakibatkan jamur pada kulit lainnya.



Bahkan, juga bisa menjaga mood. Perasaan bahagia akan muncul yang ditimbulkan dari hormon serotonin, hormon dopamin, serta beta endorfin. Di samping itu, paparan sinar matahari pagi juga bisa menekan produksi hormon melatonin dalam tubuh yang membuat tubuh terlihat lesu.

“Sinar matahari pagi juga akan mengurangi stres. Serta, meningkatkan imunitas dalam tubuh. Sehingga, menjadi lebih resisten terhadap penyakit. Hal ini dipengaruhi produksi vitamin D yang didorong dari berjemur, memiliki efek imunomodulator yang dapat memperbaiki sistem tubuh untuk melawan penyakit,” bebernya.

Kekurangan paparan sinar matahari, bisa mengganggu kesehatan. Selain gangguan depresi, juga memengaruhi kesehatan jantung, gangguan osteoporosis hingga insomnia serta beberapa gangguan kesehatan lainnya. “Perlu diketahui pula, kekurangan paparan sinar matahari juga memicu risiko munculnya kanker lebih besar,” jelasnya.

Namun, perlu dicatat pula, paparan sinar matahari yang baik untuk kesehatan, adalah saat pagi hari. Antara pukul 07.00 hingga 10.00. Durasi berjemur di pagi hari, antara 10 menit hingga 15 menit.

Dokter Novie mengingatkan, untuk tidak berlama-lama berjemur di bawah terik matahari. Terlebih di atas pukul 10.00. Karena hal itu justru menjadi pemicu risiko munculnya berbagai penyakit.

Radiasi matahari, dapat menyebabkan kerusakan kulit. Memicu tumbuhnya kanker karena kerusakan kulit secara permanen. Hingga menyebabkan penuaan dini, penglihatan memburuk, dan beragam gangguan kesehatan lainnya.

Ia menyebutkan, paparan sinar matahari antara pukul 10.00 hingga 16.00, mengandung UV A dan UV B yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak penyakit yang bisa muncul akibat paparan sinar UV berlebih.



Seperti degenerasi jaringan pada kulit, photocarcinogenesis, imunosupresi, photoaging, pigmen kulit tidak rata, kulit kasar, dan kering, seborrhoeic keratosis, freckles, hingga lentigo.

 

Cara Hindari Paparan Matahari Berlebih

Paparan sinar UV berlebih tak baik bagi kesehatan. Untuk mencegah paparan sinar UV berlebih, beberapa cara bisa dilakukan.

Dokter Novie mengungkapkan, Indonesia khususnya Kabupaten Pasuruan merupakan daerah tropis. Sehingga, paparan matahari bersinar dengan cukup terik. Karena itu, ia menyarankan agar ketika di luar rumah, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 33.

Selain itu, bisa memakai kacamata hitam sebagai pelindung mata jika diperlukan. Gunakan pula krim tabir surya atau sunblock yang mengandung SPF tinggi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Penggunaan krim tabir surya bisa dilakukan 20 menit sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan gunakan kembali setelah melewati 20 menit di bawah terik sinar matahari. Perlu diingat pula, kadar kandungan SPF pada krim tabir surya dapat menentukan lamanya perlindungan kulit dari bahaya sinar matahari langsung,” sarannya.

Meski telah menggunakan sunblock, namun sebaiknya tetap membatasi lamanya waktu berada di bawah terik sinar matahari. Ia juga menyarankan untuk memilih pakaian yang mempunyai warna gelap karena kulit akan lebih terlindungi.

“Gunakan pakaian yang menutupi kulit dan kacamata dengan perlindungan UV. Waspadai permukaan yang dapat memantulkan terik sinar matahari. Seperti air, pasir, dan lantai yang mengkilap,” anjurnya.



Risiko sinar matahari berlebih, bisa didapatkan siapa saja. Jika menderita keracunan matahari seperti kulit terbakar, bisa melakukan perawatan diri di rumah. Beberapa hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan mengompres dingin atau berendam di air dingin.

Hindari menyentuh lepuhan, agar mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi. Gunakan baju tertutup dan pilihlah bahan jahitan kain yang rapat.

“Pakai tabir surya dengan memilih produk ber-SPF 50 plus berspektrum luas dan tahan air. Oles setiap dua jam pada kulit yang tak tertutup pakaian,” ulasnya.

Hal penting lainnya, dengan mengurangi aktivitas di siang hari. Khususnya antara pukul 10.00 hingga 14.00. Karena saat itulah, bumi mendapatkan paparan sinar UV dalam jumlah besar.

Jangan lupa, konsultasikan kondisi pada dokter jika tak merasa lebih baik. Untuk meredakan Polymorphous Light Eruption atau keracunan sinar matahari, dokter mungkin akan memberikan pengobatan penyakit kulit atau perawatan kulit lanjutan. Krim steroid atau dalam bentuk obat minum untuk meredakan gatal, obat pereda nyeri untuk mengurangi peradangan hingga antibiotik oles.

Serta, cairan infus untuk atasi dehidrasi dan vitamin D. Karena, orang yang rentan keracunan matahari, biasanya memiliki vitamin D yang rendah.

“Bila gejala yang muncul membuat anda sulit beraktivitas, dokter mungkin akan menyarankan fototerapi untuk mencegah kekambuhan,” jelasnya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin
#tips kesehatan #Sehat Bugar