Menurut dr Alusya Ayu, setiap orang tentu menginginkan kulit kakinya selalu sehat. Tidak pecah-pecah atau mengalami keratoderma. Dia menjelaskan, keratoderma adalah penyakit yang disebabkan oleh penebalan kulit di lapisan stratum korneum. Lapisan kulit kaki terdiri atas lima bagian. Stratum korneum berada di lapisan paling luar. Fungsinya sebagai pelindung.
Penyebab kaki pecah adalah hilangnya kelembapan pada kulit. Kondisi ini bisa dipicu oleh penggunaan alas kaki yang tidak tepat. Bisa juga akibat berjalan dengan tidak menggunakan alas kaki dalam waktu lama.
Selain itu, bisa pula kaki pecah karena mengalami iritasi dari sabun atau bahan-bahan kimia yang digunakan pada kulit kaki. Atau, bahkan akibat penyakit diabetes, kurangnya vitamin A dalam tubuh, penuaan, atau faktor usia dan gaya hidup kurang sehat.
”Gaya hidup kurang sehat ini biasanya kurang minum air putih dan suka minum-minuman yang mengandung gula tinggi. Itu bisa juga menyebabkan kelembapan kulit hilang,” ungkap dr Ayu.
Meski begitu, pecah-pecah pada kulit kaki bisa dicegah sejak dini. Tentu, yang paling utama adalah menerapkan gaya hidup sehat. Rutin minum cukup air putih dan menggunakan sabun yang sesuai dengan potential hydogen (ph) kulit.
Sebaiknya, tidak sering-sering mandi dengan air panas. Jika memang tidak memungkinkan mandi dengan air biasa, maka bisa diusahakan pakai air hangat. Tidak terlalu panas. Selain itu, sering-seringlah makan buah dan sayur yang mengandung vitamin A. Misalnya, wortel. Mengontrol gula darah dan mengurangi minuman manis merupakan upaya pencegahan yang wajib dilakukan.
”Pengolesan pelembap untuk kaki bisa membantu. Yaitu, pelembap yang menggunakan minyak mineral atau yang mengandung protelium jelly, gliserin, dan urea,” ujarnya.
Jika Dibiarkan, Bisa Timbulkan Infeksi
Saat kulit kaki mengalami pecah-pecah, jangan pernah menyepelekannya. Sebab, jika dibiarkan, pecah-pecah ini bisa menimbulkan infeksi pada kaki. Kalau sudah parah, bisa merusak jaringan syaraf.
Dokter Alusya Ayu mengingatkan, saat awal kaki mengalami pecah-pecah memang tidak terlalu mengganggu. Tidak ada rasa nyeri. Bahkan, saat kulit kaki menjadi tidak cantik masih dianggap biasa saja. Dianggap sepele. Sehingga saat mengalami pecah-pecah pada kaki, mereka tidak langsung mengobatinya. Padahal, jika dibiarkan, pecah-pecah di kaki itu bisa semakin dalam.
”Kalau sudah dalam, bisa mengundang jarum, bakteri, dan virus. Bisa terjadi infeksi. Kalau infeksi ini sudah menyebar ke areal kaki, bisa timbul selulitis. Terasa nyerinya,” tambah dokter yang tinggal di Perum Sumber Taman, Kota Probolinggo, itu.
Dia menerangkan, selulitis ini akan semakin berbahaya jika infeksinya masuk ke jaringan kulit yang lebih dalam. Efek selanjutnya bisa lebih berbahaya. Yaitu, menyebabkan efek neuropati yang berpengaruh terhadap sel saraf.
Kalau sudah kena neuropati, itu sudah lebih berbahaya lagi. Sebab, penderita tidak akan merasakan apa-apa pada kulit kakinya dan sering kesemutan. ”Ini tidak bisa disembuhkan dengan pelembap, tapi harus dengan antibiotik dari dokter saraf,” tegas dr Ayu. (riz/far)
Mencegah Kulit Kering dan Pecah-Pecah
- Menerapkan gaya hidup sehat
- Rutin minum cukup air putih
- Menggunakan sabun yang sesuai dengan ph kulit
- Tidak sering-sering mandi dengan air panas
- Sering-sering makan buah dan sayur yang mengandung vitamin A
- Mengontrol gula darah dan mengurangi minuman manis