Kecelakaan itu terjadi di jalan jurusan Mojokerto–Pasuruan. Tepatnya di depan PT WIKA, Dusun Melian, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Saat itu, warga Dusun Pojok, Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, tersebut menyeberang jalan. Dia berlari dari utara ke selatan tanpa memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya.
Di waktu yang sama, melintas truk engkel nopol P 9150 UQ bermuatan beras. Dan Nur Hadi, 52, pengemudi truk itu menabrak korban. Korban pun langsung meninggal.
“Pejalan kakinya tewas seketika di lokasi kejadian,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Ipda Ahmad Khunaefi.
Jasad korban sempat tidak dikenali. Sebab, korban tidak membawa identitas sama sekali. Identitas korban baru terungkap setelah Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan mendatangkan tim inafis.
“Sebelum menyeberang, pejalan kaki ini menghindari kejaran petugas setelah melakukan tindak pidana perampasan pada seorang pengendara motor yang sedang melintas,” terangnya.
Kanitreskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam membenarkan bahwa korban adalah pelaku perampasan. “Jadi, dia kabur dan berusaha menghindari kejaran petugas setelah sebelumnya merampas tas dan HP milik pengendara motor,” bebernya.
Korban perampasan yang berboncengan motor lantas melapor ke Mapolsek Gempol. Mereka adalah Abdul Wakhid, 19, warga Kecamatan Mojoagung dan M. Irfandi, 21, asal Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Jumat dini hari itu, keduanya pulang dari Malang menonton pertandingan sepak bola. Mereka dalam perjalanan pulang ke Jombang.
Sesampainya di jalan raya Melian, Desa Kejapanan, motor korban tiba-tiba dipepet sekelompok orang mengendarai empat motor. Kedua korban pun menghentikan motor. Lalu, dua orang pelaku turun dan merampas barang milik Abdul Wakhid dan Irfandi berupa tas dan HP.
Namun, aksi pelaku dan rekan-rekannya tepergok petugas kepolisian yang melintas di TKP. Pelaku pun kabur, kemudian menyeberang dan akhirnya tertabrak truk.
“Pelaku yang merampas barang milik Abdul Wakhid berhasil lolos. Sedangkan pelaku yang mengambil barang milik Irfandi tewas tertabrak truk saat lari menyeberang,” katanya.
Sedangkan rekan-rekannya, termasuk satu orang pelaku perampasan kabur ke arah barat atau Mojokerto. Mereka mengendarai dua motor masing-masing jenis bebek dan matik.
“Ada saksi-saksi yang mengetahui kejadian ini dan telah diperiksa ke mapolsek. Termasuk dua saksi korban, satu lainnya teman korban juga dari Jombang,” tuturnya.
Kini, untuk kasusnya dalam proses lidik Unit Reskrim Polsek Gempol. “Pelaku lainnya yang kabur belum terungkap dan tertangkap, sekarang masih lidik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekdes Jeruk Purut Riadin membenarkan korban yang tewas tertabrak truk sekaligus pelaku perampasan adalah warganya. Selama ini, kerjanya serabutan. Dulunya sempat jualan tahu tek keliling, setelah itu tidak lagi.
“Pada Kamis (14/7) malam, korban sudah tidak ada di rumah. Keluar dengan teman-temannya naik motor. Namun, dengan siapa saja keluarnya, keluarga tidak ada yang tahu,” katanya singkat. (zal/hn) Editor : Ronald Fernando