Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nyapu di Depan Rumah, Kalung Nenek di Jati Dijambret

Muhammad Fahmi • Selasa, 21 Juni 2022 | 02:45 WIB
TAK AMAN: Jumaiyah, 70, menunjukkan tempat dia menyapu kemarin (20/6), saat seorang lelaki tak dikenal menghampiri dan menjambret kalungnya. Inset rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pelaku jambret.
TAK AMAN: Jumaiyah, 70, menunjukkan tempat dia menyapu kemarin (20/6), saat seorang lelaki tak dikenal menghampiri dan menjambret kalungnya. Inset rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pelaku jambret.
MAYANGAN, Radar Bromo - Aksi kawanan pelaku kejahatan kian tak mengenal waktu. Di pagi hari, pukul 06.00, di permukiman padat penduduk, jambret berani beraksi. Yang jadi korbannya, Jumaiyah, 70, Senin (20/6).

Warga RT 1/RW 7, Gang Kencono Wungu, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu kehilangan kalung 8 gram saat asyik menyapu di depan rumahnya. Dia bahkan masih shock saat ditemui di rumahnya, Senin siang.

Saat itu, korban tengah menyapu daun dari pohon belimbing yang berjatuhan di depan rumahnya. Yang disapunya itu sebenarnya bukan halaman rumah. Tapi, jalan kampung beraspal di depan rumahnya.

Saat asyik menyapu itulah, seorang lelaki mengendarai motor Satria berhenti di dekatnya. Lelaki itu turun dari motornya, lantas pura-pura menanyakan pemilik indekosan di depan rumah korban.

Rumah itu memang dikontrakkan. Bahkan, ada banner bertuliskan ‘dikontrakan’ di depan rumah itu. Tidak merasa curiga, korban pun menjelaskan.

Namun, tiba-tiba lelaki tak dikenal yang menggunakan penutup wajah itu menarik kalungnya. Dan secepat itu pula, lelaki itu lari ke timur, tempat motornya diparkir. Kemudian, langsung naik motor dan kabur.

“Jadi memang kondisinya saat itu sedang sepi. Menurut tetangga saya, orang itu sudah mutar dua kali di sekitar lokasi rumah. Saat kalung saya ditarik, saya langsung lemas. Tidak bisa berteriak keras. Dak bisa mengejarnya juga,” tuturnya.



Korban kemudian melapor ke Polres Probolinggo Kota, pukul 09.00 dengan ditemani anaknya. Berikut dengan bukti CCTV yang terekam dari rumah tetangganya.

“Pejambretan ini sudah dua kali saya alami. Pertama tahun 2011. Yang dijambret sama, kalung sekitar 8 gram. Tapi, dulu tidak melapor,” tandasnya.

Plt Kasi Humas Polresta Ipu Zainullah secara singkat membenarkan ada korban yang melapor atas peristiwa penjambretan. Saat ini petugas melalui Satreskrim Polres Probolinggo Kota tengah melakukan penyelidikan.

“Jadi kami juga sudah menerima CCTV-nya. Saat ini kasus itu tengah ditangani Satreskrim,” tandasnya. (rpd/hn) Editor : Muhammad Fahmi
#jambret probolinggo #Polresta Probolinggo