BANYAK pemancing yang lebih suka meracik umpan sendiri. Walaupun, ada beragam jenis umpan dijual. Alasannya, umpan racikan bisa disesuaikan dengan target ikan dan kondisi perairan. Bahkan, di antara para pemancing umpan racikan sangat populer.
Yang harus diperhatikan, resep umpan sering kali sangat bergantung pada lokasi memancing. Umpan yang sangat ampuh di satu tempat, belum tentu berhasil di tempat lain. Sebab, ikan terbiasa dengan jenis pakan yang berbeda, kondisi air, suhu, dan tekanan pemancingan.
Kapten Kolam Pancing Bromo Fishing Ainul Mashudi berbagi tips untuk membuat umpan racikan.
Menurutnya, tidak ada umpan racikan yang benar-benar ampuh digunakan di semua lokasi. Sebab, efektivitas umpan racikan dipengarungi banyak faktor. Misalnya, kebiasaan makan ikan. Bahkan juga ada factor keberuntungan.
“Ikan di kolam harian biasanya terbiasa makan pelet, sehingga racikan berbasis pelet sering lebih efektif,” terangnya.
Beda lagi dengan ikan di sungai, lebih terbiasa dengan makanan alami. Seperti serangga, cacing, udang kecil, atau buah yang jatuh ke air. Dan ikan di waduk bisa memiliki pola makan yang berbeda lagi, tergantung ekosistemnya.
“Efektivitas umpan racikan juga dipengaruhi kondisi air. Air keruh, aroma umpan lebih berpengaruh daripada warna. Kalau airnya jernih, tampilan umpan dan gerakannya penting karena ikan lebih mudah melihat,” lanjut Ainul.
Selain itu, musim dan cuaca juga berpengaruh pada efektivitas umpan racikan. Setelah hujan, ikan kadang lebih aktif mencari makanan alami yang hanyut.
Saat cuaca sangat panas, ikan bisa menjadi lebih pasif. Sehingga perlu umpan yang aromanya lebih kuat atau penyajian yang lebih halus.
Yang tak kalah penting menurut Abah Ting (panggilannya), jenis ikan punya kesukaan berbeda-beda. Misalnya lele lebih mengandalkan penciuman. Nila lebih banyak merespons makanan nabati. Gabus lebih tertarik pada gerakan mangsa daripada aroma.
Namun, ada satu prinsip yang banyak dianut pemancing berpengalaman. Yaitu, "jadikan makanan alami ikan di lokasi tersebut sebagai dasar racikan."
Kalau ikan di lokasi itu terbiasa makan udang, maka udang sebaiknya menjadi bahan utama. Kalau terbiasa makan pelet, gunakan pelet sebagai basis.
Dengan begitu, racikan tidak terasa asing bagi ikan, tetapi tetap memiliki aroma atau rasa yang lebih menarik.
Meski demikian, ada racikan dasar yang cukup fleksibel. Misalnya, pelet sebagai bahan utama, sedikit dedak untuk tekstur, roti untuk daya ikat dan air secukupnya hingga kalis.
Dari racikan dasar itu, aroma bisa disesuaikan. Misalnya, tambah aroma udang atau ikan untuk lele. Lalu, tambah pandan atau jagung untuk patin atau ikan mas. Dan kurangi aroma menyengat jika ikan sedang sensitif.
“Karena karakter yang berbeda-beda itu, pemancing pengalaman banyak yang membawa lebih dari satu jenis umpan. Biasanya, racikan dasar, beberapa essen dengan aroma berbeda dan bahan tambahan. Seperti cacing, lumut, atau ulat,” lanjut Ainul.
Intinya, pemacing bisa membuat umpan racikan sendiri untuk hampir semua jenis lokasi memancing. Yang berbeda hanya pada komposisi racikannya.
Anda ingin menyaksikan lomba mincing seru, hdiri dan sksikan, event bulanan di Bromo Fishing Sabtu (11/7) malam di Jalan Soekarno Hatta nomor 98.
Tip Meracik Umpan
Sesuaikan dengan Target Ikan
Lele
Lebih tertarik pada aroma amis yang tajam atau menyengat. Bahan seperti daging giling, darah, terasi, usus ayam, atau essen daging sangat efektif.
Ikan Mas
Menyukai aroma wangi dan gurih. Gunakan bahan dasar pelet, susu bubuk, santan, kroto (telur semut), atau essen buah/pandan.
Nila
Cenderung menyukai umpan alami seperti lumut sawah, cacing, atau pelet beraoma pandan/udang.
Perhatikan Kondisi Air
Air Keruh atau Cokelat
Gunakan umpan dengan aroma yang lebih tajam dan warna yang cerah (misal kuning) agar ikan lebih mudah mendeteksi umpan lewat indra penciuman dan penglihatan yang terbatas.
Air Jernih
Gunakan umpan dengan aroma yang lebih lembut atau alami dan warna yang tidak terlalu mencolok agar ikan tidak curiga.
Cuaca Dingin atau Hujan
Ikan cenderung pasif. Gunakan aroma yang lebih kuat (amis atau wangi tajam) untuk merangsang nafsu makan mereka.
Atur Tekstur (Kalis dan Pas)
Umpan tidak boleh terlalu keras karena ikan akan sulit memakannya, tetapi juga jangan terlalu lembek hingga mudah hancur saat dilempar ke air.
Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit saat mengaduk, dan gunakan pengeras umpan (seperti kinoy atau tepung sagu) jika teksturnya terlalu lembek.
Gunakan Essen Secara Bijak
Essen berfungsi sebagai penegas aroma, bukan penentu utama. Mulailah dengan beberapa tetes saja (3–5 tetes). Terlalu banyak essen justru membuat umpan menjadi pahit atau aromanya terlalu menusuk, yang malah membuat ikan menjauh.
Kombinasikan Umpan
Saat memancing di kolam atau rano, lemparkan sedikit umpan dasar atau pelet murni tanpa essen ke titik yang sama secara berkala untuk mengumpulkan ikan di satu area sebelum Anda menurunkan mata kail.
(gus/fun)
Editor : Abdul Wahid