Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Begini Asyiknya Ngafe, Mampu Tingkatkan Produktivitas dan Inspirasi

Inneke Agustin • Minggu, 14 Juli 2024 | 17:00 WIB
SANTAI: Sejumlah pengunjung menikmati malam di salah satu kafe di Kota Probolinggo.
SANTAI: Sejumlah pengunjung menikmati malam di salah satu kafe di Kota Probolinggo.

NGAFE atau kebiasaan menghabiskan waktu di kafe, kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang. Terutama di kalangan generasi muda. Selain sebagai tempat nongkrong yang nyaman, kafe juga menjadi destinasi favorit untuk bekerja, belajar, hingga berswafoto.

Tidak dapat dipungkiri, suasana kafe yang nyaman dan estetik menjadi daya tarik utama. Desain interior yang unik dan menarik menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Ditambah dengan pilihan menu yang variatif, mulai dari kopi dengan berbagai racikan hingga makanan ringan yang menggugah selera.

Salah satu penggemar ngafe adalah Andri Angie Pratama, 23. Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam. Tak hanya kafe dalam kota, sejumlah kafe di luar daerah juga dirasakan. Sekali trip menuju salah satu kafe, bisa menghabiskan Rp 1,5 juta.

“Saya senang dengan suasana kafe, hingga rela datang berkali-kali ke sana. Saking jatuh cintanya dengan suasana alam yang disuguhkan terasa damai dan tenang di sana,” ujarnya, menceritakan salah satu kafe di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

JELAJAH KAFE: Andri Angie Pratama menghabiskan waktu di salah satu kafe di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
JELAJAH KAFE: Andri Angie Pratama menghabiskan waktu di salah satu kafe di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Sebelum berangkat ke kafe yang ingin dikunjungi, Andri terlebih dahulu akan mengecek harga menu yang ditawarkan. Sehingga, memiliki gambaran berapa budget yang harus disediakan.

“Memang sudah diprogram sebelumnya, nanti di sana akan pesan apa saja, harganya berapa. Itu yang disiapkan dari rumah jauh-jauh hari. Termasuk biaya penginapan kalau misalnya ingin berkeliling dari kafe satu ke kafe lainnya,” jelasnya.

Suasana kafe yang tenang dapat membuatnya merasa lebih produktif ketika bekerja. Suasana yang tenang, namun tetap hidup. Ditambah akses internet dan fasilitas lainnya, membuat kafe menjadi pilihan favorit untuk mencari lingkungan kerja alternatif.

“Maka dari itu, saya suka kafe yang jenis outdoor, agar lebih segar dan tenang saja. Kalau di indoor suasananya terasa lebih ramai, jadi malah sulit konsentrasi. Bahkan, saya lebih menikmati jika datang ke sana sendirian,” katanya.

Tak hanya suasana, Andri memilih kafe jujugan berdasarkan menu yang ditawarkan. Menurutnya, setiap kafe pasti memiliki signature masing-masing. “Ketika ada info menu baru atau yang menurut saya menarik, biasanya saya kunjungi kafe tersebut,” katanya.

OUTDOR: Andri Angie Pratama, menikmati suasana kafe yang menyediakan fasilitas outdor.
OUTDOR: Andri Angie Pratama, menikmati suasana kafe yang menyediakan fasilitas outdor.

Andri mengaku, tak pernah merasa keberatan terkait budget yang harus dikeluarkan untuk memesan menu-menu andalan dari tiap kafe yang dikunjunginya. “Harapannya ya bisa sesuai ekspektasi. Baik dari segi rasa maupun harga. Sebab, kalau tidak sesuai ekspektasi biasanya kecewa,” katanya. (gus/rud)

 

Jadi Tempat Ideal untuk Berbincang Bisnis

BAGI sejumlah orang, kafe bukan hanya tempat untuk menikmati minuman. Tetapi juga lokasi ideal untuk bertemu teman, rekan kerja, atau tempat untuk berdiskusi bisnis.

Suasana kafe yang cenderung lebih santai dan tidak formal dibandingkan dengan kantor, membuat orang merasa lebih nyaman dan terbuka dalam berdiskusi. Suasana kafe juga dapat menstimulasi kreativitas dan memicu inspirasi. Ini membuatnya menjadi tempat yang baik untuk menghasilkan ide-ide bisnis baru.

LEBIH CAIR: Hakim Nasrullah (dua dari kiri) menikmati suasana tenang bersama sejumlah rekannya.
LEBIH CAIR: Hakim Nasrullah (dua dari kiri) menikmati suasana tenang bersama sejumlah rekannya.

Seperti yang disampaikan pemuda asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Hakim Nasrullah, 27. Ia banyak memanfaatkan kafe sebagai tempat berdiskusi bisnis dengan teman maupun rekan kerja.

“Kalau berbincang di kafe, rasanya bisa lebih fokus dan terarah pembicaraan bisnisnya. Meski kadang tak hanya bisnis yang dibicarakan. Kadang ya ke kafe bisa hanya dengan teman untuk mengobrol hal-hal ringan,” tuturnya.

Berbeda dengan Andri, Hakim lebih menyukai ke kafe secara beramai-ramai. Menurutnya, ini lebih seru ketimbang hanya sendirian. Dalam seminggu, Hakim setidaknya dua kali mengunjungi kafe favoritnya di Kota Probolinggo. “Sekali keluar biasanya menghabiskan budget Rp 150 ribu untuk sekali makan dan minum di kafe,” katanya.

Meski demikain, ada persamaan antarkeduanya. Mereka sama-sama menyukai suasana kafe outdoor. Menurut Hakim, kafe dengan suasana terbuka lebih memberikan kesan nyaman dan tenang, sehingga dapat membuat rilek. “Ketika ngobrol itu rasanya santai. Sejenak bisa melepas penat juga,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#hobi #kafe