Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Air Terjun Granjangan di Ledug Prigen, Air dari Sumber Pegunungan yang Dikenal Wingit

Rizal Syatori • Sabtu, 27 April 2024 | 19:05 WIB
JERNIH: Air Terjun Granjangan di Ledug, Kecamatan Prigen yang kini mulai booming. Air terjun setempat, memiliki potensi wisata, salah satunya karena keindahan lingkungan
JERNIH: Air Terjun Granjangan di Ledug, Kecamatan Prigen yang kini mulai booming. Air terjun setempat, memiliki potensi wisata, salah satunya karena keindahan lingkungan

 

 

 

AIR Terjun Granjangan, merupakan salah satu destinasi wisata alam terpendam yang berada di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Keberadaannya masih natural. Karena jarang dikunjungi masyarakat luar.

Airnya pun bersih dan memiliki lingkungan yang asri.

Namun, di balik itu semua, banyak cerita mistis yang diyakini warga sekitar. Mulai dari penampakan ular jadi-jadian, hingga hal-hal aneh lainnya.

Sama halnya dengan Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Putuk Truno, Air Terjun Bok Glundung dan Air Terjun Centong yang berada di wilayah Prigen, Air Terjun Granjangan, memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Airnya jernih dan segar.

Membuat enak dipandang ataupun untuk mandi.

Air Terjun Granjangan, berada di Lingkungan Tulang, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen.

Keberadaannya sudah banyak diketahui warga sekitar sejak lama. Namun, baru sekitar 2017 dikenal masyarakat luas.

Meski begitu, tak diketahui pasti. Kapan air terjun yang terbentuk dari aliran sungai-sungai kecil di pegunungan itu, muncul.

“Sejak saya kecil, air terjun tersebut sudah ada. Dari dahulu, namanya memang Air Terjun Granjangan, tidak berubah. Apa filosofi nama air terjun itu, saya sendiri tidak mengetahui secara pasti,” kata Supriono, 60, warga setempat sekaligus tokoh masyarakat di Lingkungan Tulang.

Supriono menjelaskan, keberadan Air Terjun Granjangan, memang masih natural dan alami. Karena selama ini, jarang dikunjungi orang. Kecuali, warga sekitar.

Air terjun tersebut, memiliki ketinggian sekitar 25 meter.

Selama ini, Air Terjun Granjangan menjadi jujukan warga sekitar untuk mandi setelah pulang dari perkebunan. Karena airnya jernih, dingin serta segar.

Meski begitu, banyak yang percaya, kalau kawasan setempat dikenal angker.

Dulunya kerap terjadi hal-hal aneh. “Memang dulunya dikenal wingit. Sering ada kejadian-kejadian aneh. Seperti penampakan ular ghoib. Tapi, tidak mengganggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Air Terjun Granjangan juga kerap menjadi jujukan untuk kegiatan ritual.

Mereka datang, ketika Rabu malam Kamis Kliwon. “Ritualnya untuk apa, ya beragam. Tentunya bagi yang percaya saja. Itu hal yang biasa dilakukan dulu. Namun sekarang, sudah jarang,” sambung dia.

Menurut Supriono, keberadaan Air Terjun Granjangan menghujam deras, bahkan ketika kemarau.

Karena airnya langsung dari sumber mata air yang ada di pegunungan.

Tumpahan air dari Air Terjun Granjangan, mengalir ke hilir untuk irigasi pertanian di sekitaran Prigen hingga ke Pandaan.

“Jadi, ketika datang ke sini, tetap akan melihat keindahan air terjun ini. Meski saat kemarau. Hanya saja, guyurannya memang tidak sederas saat musim penghujan,” tandasnya.

 

SEGAR: Selain jernih, air tersebut cukup menyegarkan. Tak heran, kerap digunakan untuk mandi.
SEGAR: Selain jernih, air tersebut cukup menyegarkan. Tak heran, kerap digunakan untuk mandi.

ASKES: Jalan menuju Air Terjun Granjangan memang menantang. Selain paving dan rabatan, juga masih makadam. Sehingga, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.
ASKES: Jalan menuju Air Terjun Granjangan memang menantang. Selain paving dan rabatan, juga masih makadam. Sehingga, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

 

Hanya Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Jarak Air Terjun Granjangan, sekitar 200 meter dari perkampungan terakhir yang ada di Lingkungan Tulang, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Untuk menuju ke lokasi, pengunjung akan melewati sejumlah akses jalan yang menantang. Mulai jalan berpaving, rabatan semen, hingga makadam.

Akses jalan tersebut, masih bisa dianggap mudah untuk destinasi wisata alam air terjun. Harus jalan kaki ke lokasi.

Karena jalannya sempit dan terbatas. Tidak terlalu lebar. Juga kadangkala licin.

“Jalurnya hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sementara motor dan mobil, bisa diparkir di perkampungan warga terakhir,” beber Supriono, 60, warga setempat.

Supriono menguraikan, belum sepenuhnya jalan menuju kawasan Air Terjun Granjangan, berpaving ataupun rabatan.

Masih ada yang makadam. Karena, mulai dilirik untuk dijadikan objek wisata, sekitar 2017 lalu.

Sehingga, pembangunan infrastruktur yang dilakukan, masih bertahap. Pelan-pelan.

Meski begitu, tak sedikit wisatawan yang berdatangan. Tak hanya dari Pasuruan. Tetapi juga dari luar kota, seperti Sidoarjo ataupun Surabaya.

“Rata-rata kalangan muda-mudi. Tak hanya dari Pasuruan, tetapi juga ada yang dari Surabaya dan Sidoarjo,” ulasnya.

Butuh Komitmen Menjadikan Objek Wisata

Keberadaan Air Terjun Granjangan, memang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Prigen.

Wacana pengembangan objek wisata Air Terjun Granjangan pun bermunculan. Meski belum sepenuhnya diwujudkan.

Hal ini seperti yang diungkapkan Lurah Ledug, Kecamatan Prigen, Heri Santoso. Menurutnya, wacana pemanfaatan dan pengembangan Air Terjun Granjangan sebagai tempat wisata, sebenarnya ada.

Namun, masih proses perencanaan dan perlu untuk dimatangkan, agar maksimal.

Menginggat, lokasi air terjun setempat, sebagian besar berada di lahan milik Perhutani. Sementara aksesnya, melewati lahan milik warga.

“Untuk dijadikan objek wisata, memang layak. Tapi semuanya, harus direncanakan dengan matang. Karena beberapa tahun lalu pernah diwujudkan. Namun, tak berjalan maksimal. Sampai sekarang, pengembangan objek wisata setempat, mandek,” timpalnya.

Ia tak menginginkan, hal serupa terulang. Makanya, perlu digodok lebih matang.

Jika nantinya disepakati untuk menjadi objek wisata, harus dikelola dengan baik. Melibatkan pihak-pihak terkait.

Terutama warga sekitar ataupun Pokdarwis sebagai pengelola.

“Bahkan, bisa juga dengan menggandeng investor. Entah itu warga lokal ataupun warga luar Ledug, Kecamatan Prigen. Yang terpenting, ada komitmen dan keseriusan dalam pengelolaannya, termasuk penyediaan sarpras pendukungnya,” ucap Heri. (rizal fahmi syatori/one)

Editor : Abdul Wahid
#ledug #wisata #air terjun granjangan #prigen