Desa Karangrejo di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, memiliki sumber air yang cukup dikenal. Yaitu, Sumber Keling. Airnya tidak pernah surut. Selain itu, dipercaya bisa menyembuhkan sakit.
LOKASI Sumber Keling berada di Dusun Krajan. Di tengah-tengah areal persawahan. Jauh dari permukiman warga. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari kantor Desa Karangrejo.
Warga yang ingin ke sana, harus jalan kaki melewati pematang sawah atau bisa juga naik motor.
Kades Karangrejo A. Fauzi mengatakan, air Sumber Keling tidak pernah surut. Debit airnya sama saat musim kemarau maupun musim hujan. Sumber ini juga dikenal keramat dan masih alami.
Tidak hanya itu. Air Sumber Keling juga dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan sakit. Juga bisa membuat awet muda.
Tidak heran, banyak warga datang ke sumber ini setiap harinya. Baik itu warga Desa Karangrejo, maupun warga dari luar daerah. Biasanya, mereka datang untuk melakukan mandi ritual pada malam hari di hari-hari tertentu.
“Sugestinya seperti itu. Bisa menyembuhkan sakit dan membuat awet muda. Karena itu, orang datang tidak hanya untuk mandi dan ritual. Airnya diminum langsung. Ada juga yang dibawa pulang,” ungkapnya.
Nama Sumber Keling sendiri juga punya cerita khusus. Dulu, sumber air ini ditemukan oleh Mbah Tijoyo yang hidup di zaman Kerajaan Mataram. Dia juga dikenal sebagai pembabat alas Desa Karanglebak atau Desa Damarjati. Sekarang disebut Desa Karangrejo.
“Mbah Tijoyo itu dulunya tentara Mataram, pengikut Trunojoyo. Julukannya tentara Kelang atau Keling. Sehingga, sumber ini akhirnya diberi nama Sumber Keling,” kata Kades. (rizal fahmi syatori/hn)
Tak Boleh Langgar Pantangan
HINGGA kini, siapa saja boleh datang ke Sumber Keling di Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Purwosari. Namun, warga atau pengunjung yang datang tidak boleh melanggar pantangan yang berlaku di tempat itu.
Di antaranya, menjaga sopan santun atau etika. Selain itu, perempuan yang sedang memiliki hadas besar atau menstruasi dilarang mandi di sumber ini. Pantangan ini disebut Kades Karangrejo A. Fauzi, sudah lama ada.
“Dari dulu pantangannya seperti itu. Karena sumber ini merupakan sumber air keramat. Konon sumber ini ada penjaganya juga. Berupa ular gaib berukuran besar,” tuturnya.
Jika pantangan tersebut dilanggar, maka yang bersangkutan bisa kuwalat atau terkena apes. (rizal fahmi syatori/hn)
Jujukan Goweser dan Wisatawan
KEINDANAN alam di sekitar Sumber Keling membuat tempat ini tidak hanya didatangi karena airnya yang keramat. Namun, juga karena keindahannya.
Sumber Keling dikeliling persawahan. Lalu di sebelah barat ada deretan Gunung Arjuno, Ringgit, dan Welirang. Kondisi udaranya pun sejuk.
Tidak heran, tiap hari ada warga atau pengunjung yang datang ke tempat itu. Bahkan, mulai pagi hingga sore. Baik untuk mandi atau sekadar bersantai menikmati pemandangan di sana.
Mereka pun tidak hanya berasal dari Pasuruan. Namun, juga dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan daerah lain.
“Bisa dikatakan, Sumber Keling merupakan destinasi wisata alam di desa ini. Terutama Sabtu dan Minggu, banyak goweser dan wisatawan yang datang dari luar desa,” kata Tumaidah, 47, ketua BPD Karangrejo.
Belum lagi warga yang rutin datang untuk ritual, penyebuhan penyakit dan awet muda. Mereka ini biasanya datang malam Jumat dan malam Sura.
“Orang datang ke sini pasti betah, bahkan bisa berlama-lama. Selain airnya segar dan jernih, juga rindang dan udaranya sejuk. Bagi yang penasaran, silakan datang,” cetusnya.
Kusuma, 32, misalnya. Warga Dayurejo, Kecamatan Prigen, itu sengaja datang ke Sumber Keling dengan mengajak keluarganya. Dia bahkan sudah sering datang.
“Sering sekali ke sini, tidak terhitung. Tapi tak pernah bosan,” tuturnya.
Selain mandi, Kusuma biasanya juga jalan-jalan dan refreshing. Selain karena pemandangannya bagus, juga airnya jernih dan segar.
“Biasanya mandi di sini. Airnya masih alami. Tidak usah bayar lagi,” tuturnya.
Fakta tentang Sumber Keling
- Terletak di Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan
- Airnya tidak pernah surut
- Dimanfaatkan warga atau pengunjung untuk mandi, ritual, dan minum
- Mereka berasal dari Pasuruan dan sekitarnya. Seperti Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan daerah lain
(rizal fahmi syatori/hn)
Editor : Ronald Fernando