DI tengah dominasi perusahaan besar penyedia internet, sebuah nama lokal dari Kota Malang diam-diam mencuri perhatian. Kapten Naratel, brand milik PT Naraya Telematika.
Kapten Naratel hadir tak semata-mata untuk mengejar cuan. Melainkan membawa misi sosial yang tidak banyak dilirik para raksasa industri; menyediakan internet andal dengan harga terjangkau demi pemerataan akses digital bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sudah 15 tahun mereka berjalan. Dari Malang, Kapten Naratel kini menjangkau berbagai kota di Jawa Timur, termasuk Pasuruan dengan lebih dari 10.000 pelanggan. Yang membuat mereka berbeda bukan hanya soal jaringan yang real speed dan simetris -bukan yang “upto” ala provider biasa,- melainkan komitmen sosial yang dirawat dan dilakukan konsisten setiap tahun.
Dari Internet ke Aksi Sosial
Ramadan bagi Kapten Naratel, tak sekadar bulan penuh ibadah. Sejak 2021, mereka rutin membagikan air mineral ke 33 masjid. Jumlahnya tak main-main, mencapai 330 dus per tahun.
Tak berhenti di situ, ratusan paket sembako juga disalurkan kepada petugas keamanan, pengangkut sampah, dan warga sekitar kantor. “Ini bukan soal besar-kecilnya bantuan, tapi tentang rasa hadir di tengah masyarakat,” ujar Manajer Area Kapten Naratel Pasuruan Ferdi Fauzi.
Tradisi berlanjut ketika Idul Adha tiba. Setiap tahun, dua ekor sapi dikurbankan. Dagingnya dibagikan dalam 200 paket kepada warga sekitar. Semuanya dilakukan tanpa banyak publikasi. Tanpa pencitraan. “Kami ingin ibadah sosial ini jadi bagian dari identitas perusahaan,” ujar Fauzi.
Wifi Gratis untuk Dukung Terciptanya Smart City
Pandemi Covid-19 pada 2021 menjadi titik balik. Ketika sekolah-sekolah ditutup dan pembelajaran bergeser ke dunia digital, banyak keluarga tak siap.
“Kami melihat sendiri anak-anak yang harus nebeng wifi atau tidak bisa sekolah daring karena tak punya kuota,” ujar Manajer Area Kapten Naratel Pasuruan Ferdi Fauzi.
Dari keprihatinan ini, lahirlah program wifi gratis. Dimulai dari beberapa titik, kini layanan itu telah tersebar di 200 lokasi di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Mulai dari balai RW, kantor kelurahan, masjid, hingga warung dan Poskamling. Semua bebas akses alias gratis. Tak hanya bisa diakses secara gratis, tapi juga dirawat rutin oleh tim Kapten Naratel.
“Wifi-nya bukan pasang lalu ditinggal. Setiap bulan kami cek, maintain. Kalau ada keluhan, langsung kami tangani,” jelasnya.
Program ini juga menjadi tulang punggung dalam mendukung misi Smart City yang digaungkan Pemkot Pasuruan. Tak hanya untuk anak sekolah, wifi gratis bisa juga dimanfaatkan untuk masyarakat yang mempunyai bisnis UMKM dan kegiatan literasi digital warga.
Menariknya, semua layanan Kapten Naratel sudah berizin penuh. Mereka telah melalui uji laik operasi dan mengantongi Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (ISP) dan jaringan telekomunikasi. Hal ini menjawab kekhawatiran bahwa layanan murah berarti kualitas murahan.
“Internet kami bukan abal-abal. Kami ingin jadi bukti bahwa UMKM digital juga bisa punya peran besar dalam pembangunan,” tegasnya.
Ke depan, Kapten Naratel ingin memperluas jaringan sosialnya. Tak hanya di Kota Pasuruan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah-wilayah blank spot di kabupaten sekitar. Harapannya, tak ada lagi batas antara desa dan kota dalam menikmati akses digital.
Bagi Kapten Naratel, akses internet bukan sekadar fasilitas. Melainkan hak. Dan, hak itu tidak boleh hanya dinikmati mereka yang tinggal di pusat kota atau yang mampu membayar mahal. (eka/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi