Paludarium adalah seni mendesain aquarium yang menggabungkan keindahan dunia akuatik, ekosistem darat, bahkan udara. Konsep ini mampu menciptakan lingkungan yang sempurna bagi ikan, amfibi, reptil, dan tanaman air.
INNEKE AGUSTIN, Mayangan, Radar Bromo
Pelan-pelan Hendrik Suharsono, 40, meladeni pembeli tempat usaha milik juragannya di Jalan Patiunus. Pria asal Kelurahan Jati itu, banyak ditanya konsumen yang mau membeli paludarium. Sebuah evolusi dari aquarium tradisional yang menawarkan lebih banyak variasi dan kompleksitas biota serta estetika.
Paludarium saat ini lagi tren di Probolinggo. Hanya sedikit tempat yang bisa melayani, terutama yang langsung jadi. Alhasil, Hendrik kebanjiran pertanyaan dari calon pembeli.
Hendrik menyebut, paludarium juga berbeda dengan teknik aquascape. “Aquascape memang bagian dari aquarium. Namun hanya melibatkan unsur akuatik seperti tanaman air dan ikan. Tidak ada unsur daratan yang diperkenankan dalam desainnya”, kata Hendrik.
Istilah paludarium berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata Palus yang artinya rawa-rawa, serta Arium yang artinya wadah, ruang, atau tempat. Paludarium masih merupakan bagian dari vivarium yang berdasarkan fungsinya terbagi menjadi banyak jenis.
Beberapa contohnya yaitu aquarium untuk memelihara hewan dari habitat air saja, insectarium untuk habitat serangga, dan riparium untuk habitat sungai. Walaupun bentuknya mirip dengan riparium, paludarium berbeda karena isinya lebih mendekati habitat rawa.
Kata Hendrik, komponen utama yang wajib ada pada paludarium yaitu air, darat, dan udara. Sehingga ciri paludarium adalah memiliki kombinasi ketiga habitat tersebut. Oleh karena itu, kelebihan paludarium dibandingkan jenis vivarium lain yaitu jenis fauna penghuni di dalamnya lebih variatif.
Hendrik menjelaskan bahwa paludarium memiliki konsep tersendiri. Tergantung dari seniman atau pemesannya. “Yang bikin berharga itu konsepnya. Sebelum bikin, harus dikonsep dulu biar hasilnya bagus”, katanya.
Paludarium yang kian diminati masyarakat, sering dijadikan hiasan di rumah karena unsur estetikanya yang tinggi. Ia mampu menghadirkan nuansa eco fresh di tengah rumah. Tak hanya itu, beberapa masyarakat memelihara paludarium dengan tujuan penelitian ilmiah.
Paludarium menghadirkan tiga bagian dalam satu kotak yaitu bagian kanopi, tanah, dan air. Kanopi merupakan area paling atas, biasanya diisi oleh tumbuhan yang rindang. Selain flora, bisa juga menggunakan ranting atau batu yang disusun rapi. Ini akan menjadi sarana memanjat, bertengger, hingga berjemur bagi reptil.
Di bawah kanopi, ada area tanah yang disebut hardscape. Bagian ini kondisinya kering dengan kelembahapn yang rendah. Sama seperti daratan yang kita pijak, fungsi tanah juga untuk habitat alternatif untuk bersantai dan berjemur bagi para hewan. Bagian ini dapat diisi oleh batuan, tanah, kayu apung, atau bahkan pasir. Selain itu bagian daratan memiliki fungsi untuk memisahkan dunia darat dan air.
Selanjutnya, ada wilayah air yang tak kalah penting dalam paludarium. Air menjadi habitat para ikan dan amfibi. Air pula yang menjadi sumber kehidupan untuk lapisan-lapisan di atasnya seperti kanopi dan tanah.
Salah seorang seniman paludarium, Rangga, 39, menceritakan proses pembuatan paludarium miliknya. Rangga adalah bos dari Hendrik yang mengaku saat ini masih belajar tentang paludarium. Basic tempat usahanya di Jalan Patiunus adalah ikan hias. Tetapi karena banyak yang mencari paludarium, kini dia berusaha mencari peruntungan.
“Bagian dasar diisi pasir. Lalu di atasnya ada tumbuhan. Itu saya beli via online. Bisa juga nyari. Tapi saya ambil gampangnya. Tinggal pasang. Termasuk tumbuhan dan miniatur rumahnya. Beli juga. Tumbuhannya pakai moss, sejenis lumut. Boleh juga pakai bonsai langsung. Kalau milik saya ini dari kayu yang saya beri moss di atasnya”, kata owner toko Prapatan Cupang Kota Probolinggo ini.
Ia menata komponen tersebut ke dalam aquarium unik. Dimensi alas aquarium yaitu 40x30 cm. Kaca bagian belakang setinggi 30 cm. Sedang bagian depan hanya 12 cm. Sehingga bagian daratan dari paludarium bisa tampak. “Tak lupa saya tambahkan mist maker di atasnya. Mist maker ini memberi efek uap, jadi makin dramatis hasilnya. Lalu beri lampu yang punya tiga mode cahaya, makin mantap lagi”, katanya .
Perihal perawatan, menurut Rangga paludarium tak butuh perawatan khusus. Untuk selalu menjaga air tetap bersih, bisa menggunakan filter. “Paling hanya jaga kesegaran tanaman di bagian kanopi dan daratannya saja. Bisa ditetesi air atau pakai semprotan air. Biar tetap segar,” kata Rangga. (fun)
Editor : Ronald Fernando