Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Pemancing yang Menjadi Juara Pertama Mancing Bareng Gus Dokter Mufti

Fahrizal Firmani • Senin, 7 Agustus 2023 | 15:35 WIB
SENANG: Hadi yang menjadi pemenang lomba mancing bersama Gus Dokter Mufti.
SENANG: Hadi yang menjadi pemenang lomba mancing bersama Gus Dokter Mufti.

Hadi, 44, berhasil menjadi juara pertama dalam event Mancing Bareng Gus Mufti, Sabtu (5/8) malam. Ia berhasil mendapatkan tangkapan seberat 9.240 gram di kolam pancing Bromo Fishing, tempat event digelar.

FAHRIZAL FIRMANI, Probolinggo, Radar Bromo

Senyum semringah tampak dari wajah pria paro baya itu. Berulang kali, ia melihat piala di tangannya dengan bangga. Teman sesama pemancing turut menyalami dan memberikan selamat.

Begitulah pemandangan yang tersaji di kolam pancing Bromo Fishing milik Jawa Pos Radar Bromo, beberapa saat setelah panitia menyebut para pemenang. Hadi berhasil mendapatkan tangkapan ikan lele paling berat. Sehingga, dia pun meraih juara pertama.

“Alhamdulillah, bisa menjadi yang terbaik. Masih tidak menyangka saya bisa mendapat tangkapan terberat. Ini semata-mata rezeki,” ungkapnya.

Hadi memang sangat suka memancing sejak muda. Namun, ia sempat vakum selama dua tahun pada 2019 hingga 2020. Sebab, saat itu perekonomiannya tengah turun.

Ia baru aktif memancing lagi pada 2021 di Lumajang dan Jember. Dan sejak 2022, ia fokus memancing di Kota Probolinggo. Khusus hari Selasa, Kamis, dan Sabtu malam, ia memancing di kolam pancing Bromo Fishing. Praktis, dia hanya libur pada hari Minggu.

“Alhamdulillah keluarga selalu mendukung. Semalam (Sabtu malam, Red), malah saya bertanding ditemani dua anak dan cucu,” tutur Hadi.

Karena biasa memancing, Hadi mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti event Mancing Bareng Gus Dokter Mufti. Lagipula, baginya memancing adalah hobi pelepas penat. Andai juara, maka itu adalah bonus.

Meski hanya hobi, ada rutinitas yang dilakukannya setahun sekali untuk hobinya ini. Setiap 10 Sura (Muharam), Hadi mengganti seluruh senar alat pancing dengan yang baru dan merakit beberapa kail pancing. Hari itu dipilih karena merupakan hari baik dalam kalender Islam.

“Ini kebiasaan Jawa juga Madura. Melakukan kebiasaan di hari yang baik agar mendapatkan hasil yang baik,” sebutnya.

Hadi sendiri sudah sering mengikuti lomba memancing di beberapa tempat. Seperti di Lumajang, Jember, hingga Surabaya. Beberapa kali ia mendapat juara. Di Jember, ia pernah menjadi juara pertama lima kali. Sementara di Surabaya, ia pernah menjadi juara pertama dua kali.

“Di Lumajang, pernah dapat juara dua sekali. Namun, hadiah paling besar ya di event Mancing Bareng Gus Dokter Mufti ini,” katanya.

Salah satu kunci menang dalam memancing, menurutnya, memiliki fisik yang prima. Apalagi, bila memancing sehabis magrib hingga tengah malam. Belum lagi saat pulang harus menyetir kendaraan.

Karena itu, Hadi selalu menghindari minum minuman rasa dan es. Ia hanya rutin meminum air putih dan madu.

Di sisi lain, memancing bukan hobi yang murah. Sekali ikut kegiatan memancing, ia harus mengeluarkan uang minimal Rp 200 ribu. Ini untuk tiket yang harus dibayarkan pada panitia.

“Makanya kalau ekonomi tidak stabil, ya saya milih tidak memancing. Karena membutuhkan biaya tidak sedikit. Ada keluarga yang dikorbankan,” jelas Hadi.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual motor bekas ini mengaku, hadiah uang yang diterima tidak dinikmati sendiri. Ia selalu membagikan kebahagiaan dengan teman sesama pemancing. Sisanya diberikan pada keluarganya.

“Termasuk uang Rp 20 juta yang saya peroleh ini, yang tiga juta langsung saya bagi-bagi ke teman sesama pemancing. Karena memang kami saling support,” tuturnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#mancing bareng gus dokter mufti #bromo fishing #gus dokter mufti