Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Asyiknya Memelihara Ikan Channa, Ikan Laut yang Bermutasi Jadi Hiasan Rumah

Ronald Fernando • Minggu, 1 Januari 2023 | 16:07 WIB
Channa jenis Auranti India. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)
Channa jenis Auranti India. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)
Ikan channa merupakan salah satu dari sekian banyak jenis ikan predator. Meski sering jadi lauk, ikan ini juga cukup menarik dijadikan hiasan dalam akuarium. Bisa bermutasi dengan warna menawan.

 -----------------------------------------------------------------------------------------------

Photo
Photo
INDAH: Pehobi ikan channa dengan koleksinya. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)

MEMELIHARA ikan menjadi salah satu hobi yang banyak digemari. Bukan barang baru. Belakangan tengah marak orang memelihara ikan cupang. Ada juga jenis ikan lain yang banyak diminati. Salah satunya ikan channa alias ikan gabus.

Meski ikan channa kerap digunakan untuk lauk. Namun, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai hiasan di rumah. “Ikan channa atau gabus bisa jadi alternatif yang bisa dipilih jika kurang berminat memelihara ikan cupang atau jenis ikan lainnya,” ujar salah satu juri Ikan Channa Nasional asal Pasuruan, Muhammad Kautsar.

Sifat ikan channa sebenarnya hampir sama dengan ikan cupang. Ikan ini akan menyerang ikan lain ketika memasuki wilayahnya. Karena itu, kebanyakan orang akan memelihara satu ikan gabus dalam satu tempat, seperti akuarium.

Selain itu, ikan gabus juga memiliki nama lain yang kerap digunakan oleh masyarakat umum. Seperti snake hade emperor alias kaisar kepala ular. Hal ini dikarenakan salah satu karakteristik ikan gabus adalah bentuk kepalanya yang menyerupai ular.

Sejauh ini penyebaran jenis ikan channa lebih mudah ditemukan di perairan Asia hingga Afrika. Ikan ini juga memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya perawatan yang begitu mudah.

Ikan channa juga cenderung penurut kepada sang pemilik. Jika sudah lama dipelihara, akan mudah dikendalikan. Misalkan dengan mengalurkan tangan, ikan ini akan mengikuti. “Semua jenis ikan sejatinya seperti itu. Namun, ini lebih dominan penurut,” ujar salah satu Anggota Komunitas Paskuatik, Muhammad Darwis.

Soal harga, sangat variatif. Setiap jenis berbeda-beda. Misalnya, gabus yellow sentarum. Dengan ukuran 5 hingga 6 sentimeter bisa dibanderol antara Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu per ekor.

Sedangkan, jenis ikan channa impor seperti jenis pulchra dengan ukuran 5 hingga 6 sentimeter berkisar Rp 50 ribu per ekor. (mg/rud)

Photo
Photo
Channa jenis Blue Pulchra Myanmar. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Perawatan Dapat Ubah Warna Channa

 JENIS ikan channa sebenarnya termasuk ikan yang perawatannya cukup mudah. Ikan gabus tidak selalu memberatkan. Meski tidak diberi makan hingga dua bulan, ikan ini akan hidup. Namun, akan kurus dan coraknya jelek.

Ikan gabus juga bisa memiliki warna yang indah. Nilai jualnya pun akan lebih tinggi. Bila menginginkan corak yang indah, maka perawatan harus diperhatikan. Ada beberapa tip untuk menjadikan ikan gabus tetap sehat dan mudah melakukan mutasi.

Salah satu pecinta ikan gabus, Muhammad Kautsar, 29, mengatakan, hindari ikan dalam kondisi stres. Salah satu faktor yang bisa membuat ikan gabus stres adalah lingkungan atau wadah yang digunakan. Stres bisa membuat ikan gabus gangguan mental hingga sakit.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar ikan tidak stres. Ketika ikan baru turun, sebaiknya hindari memasukkan ke dalam wadah baru. Tunggu sekitar 15 menit, agar bisa lebih mudah beradaptasi dengan suhu air sekaligus lingkungan sekitar.

Misalkan, pemilik membeli ikan channa dari luar negeri ataupun dari lokal yang sifatnya ekspor. Setelah ikan tiba di tangan pemilik kedua, sebaiknya didiamkan dulu. Bergantinya air juga bisa mempengaruhi penyakit ikan channa. Seperti jamur.

“Pastikan dulu ikannya sehat. Biasanya dalam perjalanan kondisinya stres. Jika demikian, dipastikan belum sehat. Apalagi di lokasi sebelumnya ikan terbiasa di ruang lingkup air di daerahnya. Misalkan Kalimantan, bahkan India,” jelas juri nasional ikan channa ini.

Wadah yang digunakan sebaiknya lebih besar sekitar dua atau tiga kali dari ukuran ikan. Air yang digunakan juga sebaiknya air endapan. Ikan channa lebih suka kondisi air yang tenang. Sebaiknya hindari menggunakan pompa air. Tambahan aksesori wadah sebaiknya secukupnya saja.

Segi pakan juga harus diperhatikan. Pakan ikan gabus bisa diberikan hewan hidup seperti jangkrik, cacing, maupun udang. Pakan ikan channa yang lebih praktis adalah maggot kering.

Jika memutuskan menggunakan pakan hidup, bersihkan terlebih dahulu pakannya. Contohnya, memotong bagian kaki dan sayap jangkrik.

Jika ikan channa sudah bisa beradaptasi. Kuras airnya secara teratur. Mengganti air akuarium tempat ikan channa wajib dilakukan. Apalagi ketika akuarium tidak menggunakan pasir malang. Ada kemungkinan air akuarium memiliki amoniak yang cukup banyak. Salah satu fungsi dari pasir malang dapat menyerap kotoran ikan.

Muhammad Darwis menambahkan, agar kondisi ikan channa tidak kaget ataupun stres, sebaiknya hindari menguras habis air dalam akuarium. Sepertiga dari air keseluruhan dalam akuarium bisa diganti dengan air baru.

Dengan beberapa tip ini, ikan gabus akan semakin terjaga kesehatannya. Proses mutasi warna juga akan semakin cepat. Umumnya butuh waktu sekitar 5 bulan hingga satu tahun agar warganya berubah. Tergantung perawatan.

“Jika menginginkan kecantikan seseorang, pasti memberinya bedak dan semacamnya. Sama halnya dengan peliharaan,” ujar Darwis. (mg/rud)

Photo
Photo
INDAH: Pehobi ikan channa dengan koleksinya. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)

Corak-Tubuh Ideal Menjadi Nilai Plus

 IKAN channa merupakan ikan yang banyak hidup di rawa  dan muara. Seiring dengan munculnya pehobi ikan channa, kini juga bisa menghuni akuarium. Menjadi hiasan yang mengagumkan.

“Kini ikan channa sering menjadi prioritas saat kontes,” ujar salah satu juri ikan channa nasional asal Pasuruan, Muhammad Kautsar.

Misalnya jenis ikan channa maru. Ikan asal Kalimantan ini sering dimunculkan ketika kontes. Serta, menjadi ikan yang paling diunggulkan para pehobi. Ada juga ikan gabus dari luar negeri. Seperti Myanmar dan India. Jenis Pulchra dan Andrao. Jenis ini juga sering ditandingkan dalam kontes.

Ada beberapa bagian yang menjadi penilaian dalam kontes ikan channa. Yang paling utama corak warnanya. Harus utuh dan tidak memiliki kecacatan. Tubuhnya juga harus ideal.

“Begitu juga dengan sisiknya. Harus rapi dan tidak boleh ada yang lepas,” jelasnya. Mental ikan kutuk ini juga jadi penilaian. Bila gerak-geriknya sangat agresif, dipastikan sehat.

Salah satu pehobi ikan channa, Andre mengatakan, untuk mendapatkan corak yang bagus, memang butuh perjuangan. Termasuk harus memperhatikan perawatan. Baik dari segi makanan maupun kondisi air. “Setahun dua tahun sudah bisa menjadi ikan profesional. Tapi, perawatannya harus intens,” ujarnya.

Photo
Photo
Channa jenis Maru Red Kalimantan. (Foto: Muhammad Kautsar for Jawa Pos Radar Bromo)

IKAN CHANNA

IKAN CHANNA atau juga dikenal sebagai snakehead emperor merupakan ikan gabus hias yang memiliki bentuk kepala menyerupai ular. Jenis ikan gabus ini merupakan ikan yang tengah digemari untuk dipelihara selain ikan cupang.

KEISTIMEWAAN IKAN CHANNA, selain keindahan dari sirip dan sisik, juga memiliki toleransi hidup dalam air beroksigen rendah. Mereka memiliki organ labirin yang dilapisi dengan epitel pernapasan (untuk menyerap oksigen atmosfer), sehingga memungkinkan ikan channa dapat menggunakan oksigen atmosfer.

SEGI PAKAN harus diperhatikan. Pakan ikan gabus bisa diberikan hewan hidup seperti jangkrik, cacing, maupun udang. Pakan ikan channa yang lebih praktis adalah maggot kering. (mg/rud) Editor : Ronald Fernando
#hobi ikan #ikan channa