Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Akhmad Samudra, Perajin Barongan, dan Beragam Topeng Karakter asal Prigen

Jawanto Arifin • Senin, 14 Maret 2022 | 20:48 WIB
BUATAN TANGAN: Akhmad Samudra dan beragam karya yang ditaruh di rumahnya, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
BUATAN TANGAN: Akhmad Samudra dan beragam karya yang ditaruh di rumahnya, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
Selama ini, dia dikenal sebagai pemain dan pengasuh kesenian jaranan. Ternyata, Akhmad Samudra punya keterampilan khusus. Dia perajin barongan, ganongan, dan topeng karakter. Punya pakem khas Pasuruan.

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

SETIAP hari, Akhmad Samud­ra bekerja di salah satu perusahaan. Bergerak di bidang kelistrikan dan bekerja sama dengan PLN. Dia tinggal di Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen. Warga kampung atau sekitar tinggalnya mengenal lelaki 36 tahun itu sebagai pengasuh dan pemain jaranan Putra Bhakti.

Selain itu, ternyata pria mu­rah senyum yang akrab dipanggil Mad ini memiliki keterampilan kerajinan. Salah satunya, pemahat. Dia menjadi perajin barongan dan ganongan, juga aneka topeng karakter. Bahan­nya kayu, seperti pule, waru, dan lain-lain.

”Ini kerjaan sambilan di ru­mah kalau santai. Belajarnya otodidak dulu. Lama-lama bisa,” ucap lulusan SMA ini.

Mulanya Mad membuat ke­rajinan kayu berupa barong­an. Kemudian ganongan. Setelah itu, aneka topeng karak­ter dibuatnya. Ternyata, kerajinan itu digelutinya sudah lumayan lama. Berjalan selama enam tahun terakhir.

Dia membuatnya dengan cara manual. Pakai alat aneka tata ukir, palu kayu, kapak, pisau ukir, amplas, dan lain-lain. ”Kerjanya lebih sering malamhari di teras rumah,” ujarnya.

Menurut Mad, barongan, ganongan, maupun topeng karakter tergolong sulit dalam pembuatan. Namun, yang paling butuh usaha ekstra adalah barongan. Sekali buat, perlu waktu hingga lima hari, bahkan lebih. Sebab, bentuknya lebih besar. Banyak pahatan­nya. Harus teliti dan telaten.



Karena sudah menjadi perajin banongan, ganongan, dan topeng karakter selama enam tahun terakhir, di rumah Mad ada puluhan kerajinan buatannya. Dia juga membuat kepala bantengan dari kayu. Jumlahnya baru dua.

”Kalau barongan, ganongan, dan topeng karakter sudah puluhan,” ujarnya.

Meski karya kerajinannya sudah banyak, Mad belum berniat menjualnya. Semua masih dikoleksi sendiri di ru­mah. Misalnya, dipasang di tembok rumah sebagai hiasan. Sebagian lain dia simpan di gudang. Sebelah barat rumahnya. Tidak sedikit yang diminta saudara, kerabat, dan re­kan-rekannya. Beberapa ma­lahdiberikan cuma-cuma kepada orang lain.

”Topeng karakter yang untuk hiasan rumah. Ganongan dan barongan dipakai buat jaranan. Saya asuh bersama keluarga,” tuturnya.

Pada 2018, tepatnya di Ambulu, Kabupaten Jember, jaranan yang diasuhnya mengikuti festival. Penampilan itu me­makai barongan buatannya sendiri. Dan, berhasil juara satu. Mad pun semakin bersemangat terus membuat barongan dan ganongan.

Ada barongan ciptaannya yang memakai pakem khas Kabupaten Pasuruan. Yang lain pakai pakem campuran Malangan ataudaerah kulonan. Pakem khas Pasuruan memiliki ciri mata lebih menghadap ke atas. Hidung lebih ramping dan mulut nyungir.

”Pakem khas Pasuruan ini memang beda,” ujarnya. (far) Editor : Jawanto Arifin
#kerajinan pasuruan #ganongan #topeng karakter #barongan