Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mekanik di Pandaan Ini Spesialis Restorasi Skuter

Fandi Armanto • Jumat, 28 Mei 2021 | 15:37 WIB
AHLI: Kasiyanto saat berada di bengkelnya. Dia sering dipercaya memodifikasi scooter. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
AHLI: Kasiyanto saat berada di bengkelnya. Dia sering dipercaya memodifikasi scooter. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
Tidak mudah merestorasi skuter. Memakan waktu hingga satu bulan, bahkan lebih. Biayanya juga mahal. Bisa sampai Rp 12 juta. Kasiyanto memilih jadi spesialis restorasi skuter. Keahliannya dikenal hingga luar Jawa Timur.

 MASIH banyak penggemar motor skuter hingga saat ini. Bahkan, komunitasnya pun banyak yang terus eksis. Namun, jangan tanya motor skuter keluaran terbaru. Karena kebanyakan, penggemar skuter atau skuter mania mengoleksi skuter tua.

Alhasil, mereka juga sering berjibaku dengan perawatan skuter. Termasuk, merestorasi skuter lama menjadi lebih modis. Sejumlah orang melakukannya sendiri, saat bagian yang direstorasi tidak terlalu banyak atau tidak sulit. Namun, saat bagian yang direstorasi cukup banyak dan sulit, mau tidak mau ‘bengkel” skuter jadi pilihan untuk melakukan restorasi.

Restorasi skuter ini pula yang jadi spesialisasi Kasiyanto, 55, alias Keteng. Keahlian warga Dusun Nampes, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, ini pun sudah jamak dikenal para skuter mania di Pandaan dan sekitarnya.

Bapak tiga anak itu juga bisa merestorasi berbagai merek skuter. Vespa, Lambreta, Bajaj, dan yang lain. Beragam jenis skuter dari beberapa merek itu juga ditanganinya. Mulai VBB, VNA, GSVS, Sprint Super, Excel, PX, PTS, dan lainnya.

Photo
Photo
BANYAK YANG ANTRE: Pelanggan Kasiyanto kerap datang meski ada yang biayanya sampai puluhan juta rupiah. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Bisa dikata, skuter ibarat ‘anak sendiri’ baginya. Pengalaman 30 tahun merestorasi skuter membuatnya hafal luar kepala tentang bagian-bagian skuter.

“Awalnya saat kerja di bengkel Vespa milik almarhum Safuan Rozi di Pandaan. Cukup lama, sekitar lima tahun. Mulai tahun 1992 sampai 1996. Setelah keluar dari sana pada tahun 1997, saya memberanikan diri membuat bengkel khusus restorasi skuter sampai sekarang,” terang lelaki berperawakan kecil ini.

Namun, menjadi ‘montir’ skuter sebenarnya tidak pernah dibayangkan Keteng. Alumni SMA Muhammadiyah 3 Pandaan itu justru memilih bekerja di usaha mebeler setelah lulus sekolah.

Begitu lulus SMA sekitar tahun 1984, dia bekerja di usaha mebeler sampai tahun 1992. Saat itu, bisnis mebeler memang sedang jaya di Pasuruan. Keteng kebagian sebagai tukang pelitur di tempar kerjanya. Mulai meja, kursi, almari, kusen, pintu, dan yang lain.

Keteng yang penyuka skuter sejak remaja, lantas memilih bekerja di bengkel almarhum Safuan Rozi. Rasa penasarannya pada skuter yang mengantarnya ke bengkel itu. Lima tahun bekerja di sana, dia pun total mempelajari secara detail tentang skuter.  Hingga akhirnya, dia memberanikan mandiri. Membuka bengkel sendiri dengan spesialisasi restorasi.

“Alhamdulillah, menjadi tukang restorasi skuter membawa berkah tersendiri bagi saya dan keluarga,” katanya.

Keteng sendiri melakukan restorasi skuter secara menyeluruh. Mulai cek kondisi bodi, keropos atau tidak. Lalu, cek posisi bodi, center ataukah tidak. Baru kemudian test drive.

Kalau semua sudah dilakukan, baru proses pengecatan hingga finishing. Alat ‘perangnya’ yaitu cat, poxy, dempul, dan pernis.

Mungkin terlihat sederhana. Namun, tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Untuk restorasi satu unit skuter dibutuhkan waktu paling lama 1,5 bulan.

“Lama itu karena menunggu antrean. Yang antre banyak. Untuk biayanya relatif, tergantung tingkat restorasi yang dikerjakan. Bisa Rp 9 juta sampai Rp 12 juta,” cetus Keteng.

Keteng layak bersyukur. Pada awal membuka bengkel restorasi skuter di rumahnya, dia hanya memanfaatkan lahan kosong di depan rumahnya. Tidak banyak skuter mania datang saat itu. Hanya dari sekitaran Pandaan dan Pasuruan.

Namun, lambat laun keahliannya dikenal. Menyebar dari mulut ke mulur. Dalam 20 tahun terakhir hingga sekarang, pelanggannya tidak hanya skutermania dari Jatim. Bahkan, hingga Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, sampai ke Bali.

“Orang tahunya dari mulut ke mulut yang disampaikan sesama skutermania. Akhirnya, bengkel ini tidak hanya dikenal di Jawa Timur. Dari luar provinsi pun banyak. Bahkan, sampai kewalahan saya,” katanya tersenyum.

Di usianya yang makin menua, Keteng saat ini dibantu seorang pekerja di bengkelnya. Meski makin menua, dia tidak mau menolak pelanggannya.

“Selama masih kuat dan mampu, saya terima. Alhamdulillah hasilnya disyukuri. Bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto
#mekanik vespa #modifikasi vespa #vespa #scooter #mekanik scooter #piaggio