Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sejenak dengan MLBB Pasuruan, Komunitas E-Sport di Kota Pasuruan

Jawanto Arifin • Senin, 24 Mei 2021 | 20:00 WIB
MAKIN DIGEMARI: Fian (kiri) dan Ando, anggota MLBB Kota Pasuruan. E-Sport kini makin banyak peminatnya. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
MAKIN DIGEMARI: Fian (kiri) dan Ando, anggota MLBB Kota Pasuruan. E-Sport kini makin banyak peminatnya. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
Olahraga elektronik atau e-sport semakin diminati generasi milenial saat ini. Di Kota Pasuruan misalnya, ada komunitas e-sport Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Pasuruan. Komunitas yang berdiri sejak 2015 ini menjadi wadah bertukar ide. Anggotanya rutin bermain, baik kelompok atau sendirian.

---------------------

Sejumlah lelaki serius menatap layar smartphone di genggamannya. Jari jemari mereka lihai menekan tombol di layar. Sesekali mereka mengobrol. Namun, tak lama tatapan mereka kembali ke layar itu.

Itulah salah satu kegiatan komunitas e-sport di Kota Pasuruan, Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Pasruan. Ketua MLBB Pasuruan, Syarif Arfiansyah mengatakan, ia biasanya bermain e-sport sepulang kerja.

Permainan yang dipilihnya Mobile Legend. Sebab game ini menawarkan cerita dan grafik yang bagus. Sebelum mengenal Mobile Legend, ia lebih dulu memainkan game DOTA.

Saat itu, dia dikenalkan pada Mobile Legend oleh seorang temannya pecinta e-sport. Dan kini, hampir setiap ada waktu senggang ia bermain Mobile Legend melalui gawai yang dimilikinya. Apalagi olahraga ini asyik dimainkan meski sendirian.

"E-sport ini olahraga yang bisa dilakukan jarak jauh, bisa dimainkan di mana saja. Tanpa penonton pun tidak masalah. Kalau jenis olahraga lainnya, tanpa penonton ya kurang seru," ungkapnya.

Pernyataan senada diutarakan anggota MLBB Pasruan lainnya, Putra Wirahandoko. Ia juga menyukai game Mobile Legend. Alasannya, game ini memiliki karakter hero khas Indonesia. Seperti Gatotkaca dan Nyi Roro Kidul yang dikenal dengan nama Kadita di dalam gamenya.

"Ada karakter khas Indonesia. Dan itu membuat kami semakin nyaman dan antusias saat memainkannya. Mobile Legend ini juga game yang tidak ribet. Bisa menggunakan smartphone, mau main di kafe atau di rumah tidak masalah," sebutnya.

Menurut Fian-sapaan Syarif Arfiansyah, e-sport sebenarnya sudah dikenal di Kota Pasuruan sejak lama. Bahkan pada 2015, ada sejumlah komunitas e-sport yang dibuat oleh pecinta olahraga ini, Termasuk MLBB Pasruan.

Photo
Photo
BERMUNCULAN: Menurut Fian (kiri) dan Ando, e-sport tidak sekadar hobi, tapi bisa jadi profesi yang menghasilkan duit. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, karena sejumlah faktor pada 2018, banyak komunitas yang tidak lagi berjalan. Sementara MLBB Pasruan tetap berjalan sampai sekarang.

Dan sejak tahun lalu, harapan untuk mengembangkan e-sport di Kota Pasuruan muncul. Itu setelah salah satu pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Pasuruan mengadakan pertemuan dengan pecinta e-sport. Bahkan, berjanji untuk menghidupkan olahraga ini. Apalagi pemerintah pusat melalui Presiden juga sudah mengakui.

"Memang sementara belum ada atlet resmi untuk e-sport di kota. Karena perwakilan cabornya juga belum ada. Cuma informasinya tahun ini akan dihidupkan oleh Wali Kota Gus Ipul (Saifullah Yusuf)," jelas Fian.

Ada lima jenis game yang masuk dalam olahraga e-sport. Yakni, PUBG, Mobile Legend, Free Fire, DOTA dan AOV. Khusus AOV belum masuk perlombaan resmi. Seluruh game ini bisa dimainkan di mana saja, kecuali DOTA harus menggunakan komputer.

Perbedaan dari kelima game ini terletak pada genre yang ditawarkan. Untuk Free Fire dan PUBG merupakan game jenis survival. Sementara AOV, DOTA dan Mobile Legend adalah game yang juga membutuhkan strategi dari pemainnya. Meski berbeda, semuanya bisa dimainkan baik sendirian atau bersama-sama.

"Cuma yang harus disiapkan itu perangkat yang mumpuni. Minimal gawai yang harus digunakan itu punya ram 4 GB dan paket data Rp 50 ribu per bulan agar nyaman saat bermain," terangnya.

Ando-sapaan akrab Putra Wirahandoko menerangkan, e-sport ini sangat menyenangkan dimainkan saat sedang santai. Khusus PUBG, jika ingin lancar bermain harus memiliki gawai dengan device tinggi. Seperti Iphone atau Samsung Galaxy S Series. Di luar itu, saat dimainkan akan kurang maksimal.

"Bisa saja pakai gawai biasa. Cuma akan terasa kurang menikmati. Dari segi grafik hingga kecepatan tidak akan maksimal. Disarankan yang memiliki device tinggi," tuturnya.

Fian menyebut, e-sport bukan sekadar olahraga elektronik. Bagi sebagian orang, e-sport bisa menjadi lahan pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit mereka yang menekuni e-sport, memiliki penghasilan di atas rata-rata dengan bermodalkan gawai semata.

Juga banyak lahan pekerjaan yang sangat menghasilkan dari e-sport. Sebab, e-sport memiliki kompetisi sama dengan olahraga lainnya, seperti sepak bola atau bola basket. Banyak pula pemain profesional e-sport di Indonesia.

"E-sport bukan sekadar hobi. Saat ini juga menjadi lahan pekerjaan. Kalau pro player itu ada tim yang membayar mereka. Sama seperti olahraga lainnya," sebutnya.

Tidak hanya pemain profesional, e-sport juga mulai dikenal luas dan merambah ke profesi lainnya. Seperti YouTuber gaming. Mereka biasanya memberikan tips dan trik untuk memainkan game tersebut. Ada pula pejoki yang dibayar oleh pemilik akun untuk meningkatkan level mereka.

"Biasanya kalau pejoki ini dibayar oleh pemilik akun yang rata-rata memang berduit. Tujuannya agar bisa menjadi top global dalam game itu," pungkasnya. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin
#mobile legend bang bang #e-Sport #MLBB