Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Klinik Hewan milik Pemkab Probolinggo yang Tarifnya Murah

Jawanto Arifin • Minggu, 16 Mei 2021 | 18:07 WIB
CEK: Izza Rahmawati, (tengah) dokter hewan di Klinik Hewan memeriksa kesehatan kelinci milik Adel dan Endang. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
CEK: Izza Rahmawati, (tengah) dokter hewan di Klinik Hewan memeriksa kesehatan kelinci milik Adel dan Endang. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
BAGI penggemar hewan, petshop adalah tempat yang harus dikunjungi. Apalagi jika peliharaan sedang sakit atau sekadar butuh vitamin. Pemkab Probolinggo kini punya klinik hewan yang justru menjadi jujukan para pecinta hewan peliharaan. Mereka memilih klinik hewan pelat merah karena lebih ekonomis dan terjangkau.

Gedung baru klinik hewan itu berdiri tepat di halaman timur kantor Diklat BKD Kabupaten Probolinggo di Jalan Raya Pabean, Dringu. Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana, tampak beberapa pelanggan dengan hewan peliharaannya tengah duduk menunggu antrean di ruang pelayanan depan.

Masuk ke gedung dua lantai itu, ada sejumlah ruangan klinik hewan. Mulai ruang periksa, ruang operasi, ruang nekropsi (visum), ruang farmasi, dan ruang rawat inap. Di ruang periksa itu, tengah ada dokter hewan yang tengah sibuk memeriksa kesehatan kulit hewan peliharaan, kelinci.

Saat pemeriksaan, pemilik hewan peliharaan itu juga bisa ikut mendampingi. Selama proses pemeriksaan, tampak komunikasi terjadi antara pemilik kelinci dengan dokter hewan. Ia adalah Izza Rahmawati, dokter hewan di klinik tersebut.

”Kelinci ini sedang sakit. Sekaligus periksa kesehatan kulitnya,” kata dokter Izza pada Jawa Pos Radar Bromo.

Photo
Photo
LENGKAP: Fasilitas yang ada di Klinik Hewan terbilang lengkap. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Selepas pemeriksaan, kelinci lalu dimasukkan ke dalam kandangnya. Endang Sulityowati dan Adel adalah pemilik kelinci tersebut. Melihat kondisi kelinci sehat, mereka pun tampak lega dan senang.

Endang, asal Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo mengaku, sering membawa hewan peliharaannya ke klinik hewan milik Pemkab Probolinggo. Seminggu atau dua minggu sekali, periksakan kondisi kesehatan kelincinya. ”Saya, satu tahun terakhir ini, selalu ke klinik hewan sini (Kabupaten Probolinggo),” ujarnya.

Endang menambahkan, dirinya dapat rujukan dari temannya yang biasa ke klinik hewan milik Pemkab Probolinggo. Sebelumnya, dirinya ke klinik swasta.

Namun ternyata, klinik hewan Pemkab ini lebih terjangkau. Paling penting lagi, dokter hewan yang menangani lebih friendly. ”Sekarang sudah terbiasa ke klinik sini. Antrenya juga tidak terlalu lama. Dengan dokternya bersahabat banget, jadi nyaman tiap datang ke sini,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkap yang membawa hewan peliharaan (anak anjing) ke klinik hewan Kabupaten Probolinggo. Mereka mengaku, dokter-dokter di klinik tersebut ramah-ramah semua. Dirinya sempat ke klinik lain, tapi setahun terakhir ini lebih nyaman di klinik hewan Pemkab Probolinggo.

”Biaya ke klinik hewan sini (Klinik Hewan, Red) jauh lebih murah dibanding klinik lainnya. Jadi sekarang biasa ke klinik hewan ini,” terangnya.

Izza Rahmawati, dokter hewan di Klinik Hewan yang tugasnya berada di bawah naungan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disternak dan Keswa) Kabupaten Probolinggo mengatakan, sudah lama klinik hewan tersebut ada dan melayani untuk masyarakat. Namun, untuk gedung pelayanan yang baru, masih satu bulan terakhir ini.

”Alhamdulillah, banyak masyarakat yang datang ke klinik hewan sini. Tiap harinya bisa sekitar 10 orang yang datang periksakan kesehatan hewan peliharaannya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sejauh ini, pelayanan klinik hewan dilakukan sesuai SOP. Dengan 7 dokter hewan dan 2 orang para medis, yang dimiliki klinik hewan tersebut. Hanya saja, untuk dokter hewan dibuat jadwal piket jaga. ”Paling sering itu hewan peliharaan dibawa ke sini untuk steril dan pemeriksaan kesehatan kulit secara rutin,” ujarnya.

Izza menyebutkan, semua dokter dan petugas berusaha memberikan pelayanan ramah, sopan pada pelanggan. Apalagi pelanggan dengan hewan peliharaannya biasa suka curhat. Jadi, dirinya sebagai dokter harus bias menerima curhat dan terbuka pada pelanggan. Sebisa mungkin berbahasa sopan dan dengan menjawab semua keluhan pelanggan.

”Kami juga menerima konsultasi via WhatsApp. Jadi bisa konsultasikan lebih dulu kondisi kesehatan hewannya. Jika memang perlu dilakukan pemeriksaan, bisa langsung daftar antrian via whatsapp itu itu,” terangnya.

Pelanggan yang dating, diungkapkan Izza, tentu tidak sama. Ada pelanggan yang baik, dan ada yang baik banget. Bahkan ada yang sampai membawakan makanan saat berkunjung memeriksakan kesehatan hewan peliharaannya. Ada juga pelanggan yang jutek dan merasa lebih mengetahui kondisi hewan peliharaannya.

”Semua tetap harus bisa dipahami dengan disikapi dengan ramah. Karena kami paham, pelanggan itu tidak sama,” ujarnya.

Ditanya soal tarif yang dikenakan klinik hewan Pemkab Probolinggo tersebut? Izza mengatakan, belum ada penetapan biaya saat berkunjung ke klinik hewan tersebut. Pelanggan hanya membayar retribusi yang telah ditetapkan pemkab sebesar Rp 15 ribu. Sehingga, pelanggan yang datang, tentu merasa terjangkau. ”Retribusi hanya Rp 15 ribu. Jika hanya untuk periksa kesehatan hewan. Untuk obat atau vitamin, normatif sesuai kebutuhan hewan peliharaan itu,” ungkapnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kabupaten probolinggo #petshop #klinik hewan