Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dari Plastik dan Kulit Jagung, Kreasi Bunga Lilis Indah Dipandang

Jawanto Arifin • Senin, 19 April 2021 | 17:45 WIB
BELUM DIJUAL: Lilis Nurhayati dan kreasi bunga buatannya. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BELUM DIJUAL: Lilis Nurhayati dan kreasi bunga buatannya. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
Selalu mendapat kantong plastik tiap belanja, membuat Lilis Nurhayati, 43, berpikir untuk memanfaatkan limbah plastik itu. Warga Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, itu pun memanfaatkannya jadi kerajinan bunga.

-------------------------------

SEBUAH tayangan di televisi swasta menggugah semangat Lilis Nurhayati, 43. Saat itu ia melihat seorang pria disabilitas membuat kerajinan bunga dari kulit jagung. Sayangnya, caranya tidak ditunjukkan.

Lilis pun berpikir untuk melakukan hal yang sama. Yaitu, memanfaatkan sampah di sekitarnya untuk membuat kerajinan bunga. Terutama sampah plastik yang banyak di rumahnya.

"Saya pun lantas mencari tahu. Coba-coba sendiri. Awalnya sempat gagal. Namun, saya tidak menyerah,” ungkapnya memulai obrolan.

Sekitar tahun 2015, usaha wanita asal Dusun Regek, RT 01/RW 05, Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, ini mulai terlihat. Setiap ada waktu luang, ia membuat bunga dari kantong plastik atau tas kresek. Dia juga membuatnya dari kulit jagung.

Cara pembuatannya gampang-gampang susah. Sebab, dibutuhkan kelatenan. Jika menggunakan kulit jagung, maka kulit yang sudah dikupas itu direbus dan dicampur dengan pewarna tekstil. Sebab kalau memakai pewarna makanan tidak awet.

Kulit jagung direbus hingga warnanya tercampur dengan zat pewarna. Selanjutnya, kulit jagung itu dikeringkan satu hingga dua hari. Menjemurnya tidak boleh terlalu lama, karena kalau kepanasan kulit bisa tergulung.

"Kalau kulitnya tergulung, bisa diluruskan dengan gunting. Tapi, harus hati-hati. Kalau terlalu kuat nariknya, bisa putus. Lalu dibentuk sesuai selera,"ungkapnya.

Sementara kalau menggunakan kantong plastik, tekniknya sedikit berbeda. Cara pembuatannya menyesuaikan dengan bentuk bunga yang diinginkan.

Misalnya bentuk mawar, maka tas kresek itu harus disetrika dulu dengan dilapisi kertas di bagian atas dan bawah. Sekali disetrika, minimal ada dua tas keresek.

Seterika menggunakan suhu yang paling rendah dan dilakukan sampai tas keresek kaku. Kalau sudah kaku, maka tas keresek bisa dibentuk bunga.

Untuk batang menggunakan kawat, sementara daunnya bisa menggunakan botol plastik bekas. Hal serupa juga dilakukan pada pemanfaatan kulit jagung. Kulit jagung hanya digunakan untuk bunga saja. Sementara batang dari kawat dan daun menggunakan botol.

"Kreasi saya ini pernah mendapatkan penghargaan dengan masuk 10 besar kategori pemanfaatan limbah tahun 2019 yang digelar Pemkab Pasuruan. Alhamdulillah," jelasnya.

Meski pernah dapat penghargaan, sejauh ini dia belum menjual bunga plastik buatannya itu. Meski kerap mendapatkan permintaan, saat ini Lilis hanya membuatnya untuk kalangan sendiri. Alasannya, sebagai pemanis ruangan dan pemanfaatan limbah tidak terpakai.

Selama ini, Lilis mengaku selalu dapat kantong plastik setiap kali belanja di toko. Sementara kulit jagung didapatkan saat membeli jagung untuk membuat makanan.

Ke depannya, ia menyebut memang ada keinginan untuk memasarkan produk bunga plastik kreasinya. Namun, ia belum bisa memastikan kapan. Sebab, ia membuatnya saat ada waktu luang saja. Dan cara pembuatannya tergolong tidak mudah.

"Memang banyak yang ingin membeli kerajinan saya ini. Namun untuk sementara, saya buat saat ada waktu luang saja. Ke depannya siapa tahu," tuturnya. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin
#manfaatkan limbah #handycraft