---------------
SETIAP wilayah di Kabupaten Probolinggo, tentu mempunyai potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi sebuah wisata baru. Yang mampu menarik pengunjung. Sepeti wisata Puncak Gugel Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran yang baru saja dirintis.
Lokasi puncak Gunung Tugel tak begitu jauh dari Kantor Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Persisnya, sekitar 2,3 kilometer ke arah barat dari kantor desa.
Jalur sepanjang 2 kilometer, kondisi jalannya berupa aspal yang bisa dilewati kendaraan roda empat dan roda dua. Sementara 300 meternya, jalan setapak yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau berjalan kaki.
Rute perjalanan agak menanjak. Maklum, puncak Gunung Tugel memiliki ketinggian sekitar 175 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL). “Puncak Bukit Gunung Tugel atau pemuda desa sering menyebut Puncak Gugel, baru delapan bulan dirintis oleh Kelompok Pemuda Desa Gunung Tugel. Tetapi, sudah banyak dikunjungi orang,” ujar Pendamping Lokal Desa Gunung Tugel, Apri Hartanto.
Wisata itu dirintis, bermula dari keinginan pemuda desa untuk mengembangkan potensi wisata. Selanjutnya, dilakukanlah pembukaan jalur menuju puncak bukit. Semula, bukit itu hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Namun kini, sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan, puncak bukit merupakan titik tertinggi di Desa Gunung Tugel. Sehingga dari puncak, pengunjung dapat menikmati panorama Wilayah Bantaran.
Tidak hanya itu, pengunjung yang datang pada pagi hari dapat menikmati sunrise, serta pada sore hari dapat menikmati sunset. “Bukit itu awalnya hanya dilkunjungi warga desa yang mengolah lahan, kemudian beberapa pemuda saat ke puncak iseng memfoto pemandangan sekitar. Hasilnya, cukup bagus dan layak untuk dikembangkan,” katanya.
Untuk menambah daya tarik pengunjung beberapa spot foto dibangun secara swadaya. Serta ada sebuah warung semi permanen yang dimanfaatkan pemuda desa setempat untuk berjualan makanan dan minuman. Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengunjung saat telah berada di puncak.
“Kedepan masih perlu dibicarakan lebih lanjut termasuk dengan perhutani. Saat ini pengembangan masih sebatas membuka jalur dan melengkapi fasilitas agar terlihat lebih menarik untuk dikunjungi,” ujar Apri.
Jujugan Baru Goweser
Pandemi membuat masyarakat lebih rutin berolahraga agar kebugaran tubuh dapat terjaga. Ini dilakukan agar daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terserang virus.
Nah, bersepeda atau gowes jadi salah satu olahraga yang paling banyak digandrungi saat pandemi ini. Para goweser pun kerap berburu rute gowes yang menyajikan pemandangan alam nan indah.
Puncak Gugel, jadi salah satu jujugan baru para goweser –sebutan akrab untuk pecinta gowes-. Kondisi jalur aspal yang nyaman dilalui dipadu beberapa medan menantang, jadi daya tarik tersendiri.
Belum lagi, saat sampai di puncak, diberi bonus hamparan pemandangan memukau. Tak heran jika setiap weekend, puncak gugel banyak dikunjungi goweser.
“Akhir-akhir ini banyak yang datang bersepeda. Mengayuh sepeda gunung yang dimilikinya sampai puncak. Sampai di puncak, mereka beristirahat sembari menikmati panorama yang tersaji,” ujar Pendamping Desa Gunung Tugel, Supandi.
Supandi menjelaskan bahwa ada beberapa medan yang dapat dilalui oleh pesepeda. Diantaranya adalah jalan aspal, jalan tanah yang berupa tikungan dan tanjakan, serta tanah sedikit berbatu.
Setiap medan yang ditempuh dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki. “Jadi, ada tantangan tersendiri sebelum ke puncak. Begitu pula saat turun dari puncak, skill yang dimiliki kembali di uji,” katanya.
Tidak hanya dimanfaatkan untuk bersepeda, jalur menuju puncak juga kerap dilalui oleh penghobi motor trail. Motor yang dimiliki digeber melewati beberapa medan yang tersaji. “Tapi tidak sebanyak pesepeda. Mungkin karena sekarang masih booming olahraga bersepeda. Tidak usah khawatir tersesat, karena setiap persimpangan jalan ada penunjuk arah yang akan mengantar sampai puncak,” jelasnya. (ar/mie) Editor : Jawanto Arifin