Asisten Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Nugroho menjelaskan, saat ini pemerintah beras tergolong landai. Sebab, di Kabupaten Probolinggo, mayoritas petani yang menanam padi sudah panen. Dengan demikian, stok beras di pasaran masih tergolong aman.
“Stok beras yang ada di gudang tersedia 5.700 ton. Mampu bertahan sampai tiga bulan. Asumsinya setiap bulan permintaan normal sampai 2.000 ton,” ujarnya.
Stok beras yang ada saat ini masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah kerja Bulog Sub Divre Probolinggo. Penyaluran stok beras nantinya akan dilakukan melalui operasi pasar. Serta, memenuhi permintaan beras dari masyarakat. Dengan demikian, stok beras yang dikeluarkan dari gudang didistribusikan sesuai kebutuhan.
Pemenuhan beras dilakukan secara merata di wilayah kerja Perum Bulog Sub Divre Probolinggo. Meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo serta Kabupaten Lumajang. “Stok beras dikeluarkan secara kondisional. Menyesuaikan permintaan masyarakat,” jelasnya.
Stok beras yang ada juga dievaluasi secara berkala, sSehingga dapat dilakukan penyediaan ulang beras di gudang. Hal ini dilakukan dengan membeli beras hasil panen masyarakat. Sementara, stok beras yang masih tersedia dilakukan perawatan dan penyimpanan khusus. Agar kualitas beras tetap baik. “Beras yang keluar harus diimbangi dengan penyetokan. Jadi, kami juga membeli gabah dan beras untuk kami simpan di gudang,” ujarnya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando