PASURUAN, Radar Bromo - Reka Karsa Cipta 2025 yang diselenggarakan Badan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan, mencapai puncaknya, Kamis (18/12).
Program lomba inovasi daerah yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu memberikan penghargaan bagi para inovator terbaik.
Ada 14 nomine dalam tiga kategori yang sebelumnya terpilih. Yakni, kategori tata kelola pemerintah/pelayanan publik, inovasi bidang pendidikan, inovasi masyarakat atau umum.
Seluruh inovator berkesempatan menampilkan inovasi mereka di gedung Gradhika Bakti Praja, lokasi awarding berlangsung.
Bahkan salah satu karya peserta menarik perhatian sekretaris daerah (Sekda) Kota Pasuruan, Rudiyanto. Rudi-sapaannya langsung membeli tas anyaman yang tersimpan dalam kotak kaca, dari program inovasi penganyam tas limbah generasi cemerlang (Pentas Gemilang), inovasi milik UPT SDN Purutrejo 2.
Tiga orang terpilih menjadi yang terbaik. Untuk kategori tata kelola pemerintahan/pelayanan publik dimenangkan oleh Dinas Kesehatan melalui inovasi Sigesit Membahana. Sementara kategori bidang pendidikan diraih UPT SDN Tapaan I Pasuruan lewat inovasi Teman Si Dorang. Sementara kategori masyarakat dan umum diperoleh Achmad Kusaeri dengan inovasi Rumah Kreatif.
Kepala Bappelitbangda Kota Pasuruan, Siti Rohana menuturkan, tahun ini adalah gelaran ketiga sejak 2023.
Namun ada penurunan jumlah inovasi. Jumlah proposal yang masuk sebanyak 76 buah. Lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai ratusan peserta.
Gelaran RKC memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menciptakan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah.
"Menjaring ide kreatif, dan inovatif di kota Pasuruan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat Kota Pasuruan. Tidak hanya orisinal, tapi juga harus baru," jelas Rochana.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menyebut ia mendorong inovasi yang tercipta di Kota Pasuruan bisa lebih banyak. Inovasi itu penting dan merupakan kebutuhan.
Bahkan di negara maju dan kampus bergengsi, selalu mengalokasikan anggaran besar untuk melakukan riset dan inovasi. Inovasi ini bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
Meski dana transfer ke daerah (TKD) tahun depan berkurang, ia berharap inovasi bisa semakin banyak. Apalagi seseorang biasanya menjadi kreatif di saat terdesak. Ia mencontohkan saat kecil, anak anak bisa kreatif membuat mobil mobilan dari kulit jeruk.
"Ini contoh asalkan mau pasti bisa. Apalagi saat ini zaman teknologi digital. Semestinya bisa lebih mudah," jelas Mas Adi.
Orang nomor satu di Kota Pasuruan bahkan meminta agar hadiah RKC bisa ditambah di pelaksanaan perikutnya. Supaya masyarakat hingga jajaran pemerintah, makin banyak yang ikut.
“Inovasi memang harus out of the box. Jadi harus ada terobosan baru. Sehingga kami minta pemerintah agar bisa terus memberikan stimulan bagi masyarakat agar lebih banyak yang bisa menciptakan inovasi terbaru,” terangnya
Rini Widiyanti, pemenang inovasi bidang pendidikan menyebut pihaknya sangat senang bisa menjadi juara dalam RKC.
Ia tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik. Mengingat inovasi peserta lain tidak kalah hebat. Tentu ke depannya ia ingin menciptakan inovasi laim lebih bermanfaat.
"Inovasi ini dibuat dua tahun lalu. Jujur masih tidak percaya bisa menang. Saya senang sekali," sebut guru inklusi di UPT SDN Tapaan I ini. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid