DRINGU, Radar Bromo- Permintaan pupuk bersubsidi masih tinggi meski saat ini masuk musim kemarau. Penggunannya masih menjadi atensi Dinas Pertanian. Walaupun demikian stok pupuk yang tersisa saat ini masih tergolong aman untuk kebutuhan petani.
Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan, beralihnya musim dari penghujan menuju kemarau turut berpengaruh. Pada musim kemarau komoditas tanaman juga beralih. Sehingga serapan pupuk juga mengalami penurunan.
"Kalau musim hujan banyak petani tanam padi. Jadi penggunaan pupuk lebih banyak. Serapan juga tinggi. Saat kemarau cenderung berkurang. Terhitung Juni trendnya menurun," ucapnya.
Dari data realisasi pupuk bersubsidi Dinas Pertanian sampai dengan akhir Mei jenis pupuk Urea memiliki permintaan paling tinggi. Dari alokasi 30.604,917 ton. Telah tersalurkan sebanyak 13.686,78 ton. Dengan persentase salur 44,72 persen. Sementara untuk pupuk jenis NPK dari alokasi 23.393,761 ton. Telah tersalurkan 7.516,56 ton dengan persentase salur 32,13 persen.
Sementara itu, sampai awal Juni ini, jumlah pupuk yang tersedia jenis Urea sebanyak 16.918,14 ton atau 55,28 persen dari alokasi. Sementara jenis NPK sebanyak 15.887,20 ton atau 67,87 ton.
"Stok pupuk yang ada saat ini masih kategori aman. Jika stok sudah tinggal 20 persen, akan kami usulkan penambahan. Itu anjuran dari pusat. Permintaan pupuk akan mengalami penurunan mulai Juni dan akan meningkat kembali pada November mendatang saat masuk awal masa tanam padi," terangnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando