Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Di SPBU Latek Bangil Pasuruan, Penjualan Pertamax Anjlok 60 Persen, Stok Pertalite Lebih Cepat Habis

Muhamad Busthomi • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:07 WIB
LEBIH BANYAK: Antrean kendaraan di pompa pertalite di SPBU Jalan Raya Latek, Kecamatan Bangil, lebih banyak daripada biasanya sejak harga Pertamax naik. ( M Busthomi/ Radar Bromo)
LEBIH BANYAK: Antrean kendaraan di pompa pertalite di SPBU Jalan Raya Latek, Kecamatan Bangil, lebih banyak daripada biasanya sejak harga Pertamax naik. ( M Busthomi/ Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berdampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat.

Di SPBU 54.671.10 Jalan Raya Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, penjualan Pertamax anjlok hingga 60 persen.

Data penjualan SPBU menunjukkan, konsumsi Pertamax yang biasanya mencapai sekitar 1.000 liter per hari, turun drastis menjadi hanya 327 liter.

Sebaliknya, permintaan Pertalite meningkat seiring banyaknya konsumen yang beralih ke BBM bersubsidi tersebut.

Kepala Sif SPBU 54.671.10 Chusaeri mengatakan, penurunan penjualan Pertamax terjadi setelah harga BBM nonsubsidi itu naik. Yaitu, dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (11/6) dini hari.

"Dari catatan penjualan di setiap pompa, penjualan Pertamax turun sekitar 60 persen sejak hari pertama kenaikan harga. Banyak konsumen beralih ke Pertalite karena harganya lebih murah,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan konsumsi Pertalite mulai terlihat sejak pagi. Meski belum melonjak secara ekstrem, antrean kendaraan roda dua di dispenser Pertalite terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasa.

Baca Juga: Harga Pertamax Melejit, Konsumen Lirik Pertalite

“Pompa Pertalite khusus sepeda motor ramai terus. Ada pergeseran konsumen Pertamax yang beralih ke BBM subsidi,” katanya.

Peralihan tersebut otomatis berdampak pada kecepatan penyaluran kuota Pertalite. Persediaan Pertalite di sana jadi lebih cepat berkurang.

SPBU Latek sendiri memperoleh alokasi sekitar 16 ribu liter Pertalite per hari. Hingga siang hari, penyaluran sudah mencapai 11.570 liter.

“Biasanya stok Pertalite baru habis malam hari. Kalau kondisi seperti sekarang, sore mungkin sudah habis karena banyak pengguna motor yang berpindah ke Pertalite,” jelas Chusaeri.

Salah seorang konsumen, Zia Ulhaq, mengaku sebelumnya dia menggunakan Pertamax. Namun karena harganya naik, dia beralih ke Pertalite.

Menurutnya, motornya itu berkapasitas sekitar 5 liter. Dengan harga Pertamax yang naik, untuk sekali mengisi full tank atau penuh, ia harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup signifikan.

 “Kalau isi penuh, selisihnya lumayan besar. Bisa sekitar Rp 30 ribuan. Semoga harga Pertamax bisa kembali seperti sebelumnya,” ujarnya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pertalite #pasuruan #pertamax #bangil