Etika dan Fair Play yang Harus Ditaati saat Lomba Mancing

TAK ada yang lebih penting dari sportivitas. Inilah yang harus ditaati oleh para angler dalam setiap event memancing. Entah itu di kolam ataupun di perairan. Angler harus taat terhadap aturan dari panitia yang tentu sudah dibuat sebelum sebuah event digelar.
Begitupula dengan fair play dalam lomba memancing yang menerapkan nilai kejujuran. Ini memastikan kompetisi berjalan adil, melindungi kelestarian lingkungan perairan, serta menjaga suasana turnamen yang kompetitif namun tetap menyenangkan dan penuh rasa hormat antar sesama pemancing.
Lomba-lomba mancing profesional selalu menetapkan aturan mainnya dengan jelas. Ini dimaksudkan supaya para peserta lomba mahfum bagaimana ketentuan panitia harus diikuti dan yang penting supaya jelas dan tidak akan menimbulkan friksi antara peserta dan panitia.
Kapten Bromo Fishing Ainul Mashudi menyebutkan, penerapan utama dari fair play saat mengikuti lomba memancing ada banyak. Diantaranya meliputi menaati regulasi alat. Mulai memakai joran, senar, dan ukuran mata kail yang sesuai dengan ketentuan panitia.
“Termasuk kejujuran umpan. Angler yang ikut event mincing hanya diperbolehkan menggunakan umpan resmi yang diizinkan,” beber Ainul Mashudi.
Umpan-umpan yang diperbolehkan tentu sudah diumumkan sebelum lomba. Di Bromo Fishing misalnya, panitia selalu membuat brosur atau pamflet sebelum lomba digelar.
Umpan-umpan yang tak diperkenankan itu misalnya larangan penggunaan obat bius atau pelet kimia berbahaya.
Selama ini, angler tentu taat. Jikapun ada yang melanggar, panitia pasti akan mendiskualifikasi peserta, meskipun tangkapannya masuk dalam hitungan.



