Seperti halnya Pasar Desa Raci. Meski sudah diguliri anggaran, pasar desa setempat belum beroperasi hingga sekarang.
"Bukan hanya pasar Desa Raci. Ada beberapa pasar desa lainnya, yang ternyata tidak berfungsi. Kami akan lakukan evaluasi. Sekarang masih pendataan," kata Kepala DPMD Kabupaten Pasuruan, Ridho Nugroho.
Menurut Ridho, langkah ini dilakukan, untuk memastikan apa pemicu pasar desa tersebut tidak beroperasi. Dari situ, bisa dicarikan solusi.
Supaya, pasar yang dibangun tidak muspro. Sehingga, keberadaan pasar yang pembangunannya direalisasikan itu, benar-benar mampu mewujudkan tujuan. Untuk menggerakkan perekonomian di desa.
"Dana yang digulirkan untuk pembangunan pasar desa kan tidak murah. Mencapai ratusan juta per titiknya. Kalau tidak difungsikan, kan sayang," bebernya.
Sejauh ini, ada kurang lebih 60 pasar desa yang tersebar di 24 kecamatan. Untuk pembangunan pasar desa tersebut, Pemkab Pasuruan merogoh dana yang tak sedikit. Tahun ini misalnya. Pemkab Pasuruan mengalokasikan dana hingga Rp 4,3 miliar. Dana tersebut, untuk membenahi 26 pasar desa. (one/fun) Editor : Ronald Fernando