Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Thoriq Jadi Tersangka meski Sakit Jiwa, tapi Bisa Bebas

Jawanto Arifin • Kamis, 29 September 2022 | 18:18 WIB
ANCAM APARAT: Thoriq yang membawa celurit dan menantang duel saat dikepung polisi dan TNI yang mengepungnya di persawahan Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Selasa (27/9) siang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
ANCAM APARAT: Thoriq yang membawa celurit dan menantang duel saat dikepung polisi dan TNI yang mengepungnya di persawahan Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Selasa (27/9) siang. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Thoriq memang masih menjadi pesakitan. Dia dirawat di RSUD Bangil setelah timah panas dari pistol polisi menembus kakinya. Namun, lelaki 30 tahun yang menyekap dan menganiaya ibu kandungnya itu masih mungkin bisa lepas dari tuntutan pidana. Dia sakit jiwa.

Satreskrim Polres Pasuruan telah menetapkan Thoriq sebagai tersangka. Warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang, itu dibekuk setelah melalui serangkaian drama di desa. Warga, polisi, bahkan tentara ikut menyergap residivis berbagai kasus kejahatan itu. Siapa yang tidak takut. Thoriq dikenal sebagai bekas begal, pencuri motor, penganiaya, dan bolak-balik masuk penjara.

Photo
Photo
BERULAH: Becak bermotor milik warga pun dijungkir dan direbut oleh tersangka Thoriq. Dia akhirnya ditembak oleh sniper. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Photo
Photo
SHOW OF FORCE: Thoriq membelakangi aparat seakan menunjukkan tato besar di punggung dan dua senjata tajam di tangannya. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)



Baru 7 bulan keluar, dia berulah lagi. Warga ketakutan. Lebih-lebih dengan celurit terhunus, lelaki gondrong dengan tubuh bertato itu berkeliaran keliling kampung. Aparat sampai kerepotan.

Kasatreskrim AKP Adhi Putranto menyatakan, memang telah menetapkan Thoriq sebagai tersangka. Namun, lelaki itu belum ditahan. Sebab, dia masih menjalani perawatan medis di RSUD Bangil. ”Kami juga belum memeriksa yang bersangkutan,” bebernya.

Apa yang dilakukan penyidik? Menurut Adhi, anggotanya masih mendalami sepak terjang tersangka sebagai kriminal. Kasus apa saja yang pernah melilitnya. Kebiasaan sehari-hari, bahkan sampai pada kemungkinan dia mengonsumsi narkoba.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pasuruan/28/09/2022/polisi-perlu-periksa-kejiwaan-thoriq/

Beberapa orang telah dimintai keterangan. Khususnya, keluarga dan orang-orang dekatnya di Desa Tampung. Hasilnya? Keluarga tersangka mengatakan bahwa Thoriq mengalami gangguan jiwa. Selama ini, dia sering berobat ke Puskesmas Rembang.

Informasi yang diperoleh Radar Bromo menyebutkan, Thoriq mengalami gangguan jiwa setelah keluar penjara sekitar 7 bulan lalu. Ada yang menduga, tersangka mengalami masalah kejiwaan itu akibat pernah mengonsumsi narkoba. Perilakunya aneh. Misalnya, dia berjalan sambil mengacung-acungkan senjata tajam di jalanan.



Mimik wajahnya juga tidak tampak tegang. Dia seperti biasa saja meski dikepung banyak anggota polisi dan tentara. Malah, gelagatnya seperti mengajak main-main. Tak terlihat takut ditangkap. Benarkah dia sakit jiwa berat?

Adhi menyatakan, masih akan memastikan semua informasi tersebut. Berdasar keterangan dari keluarga, memang ada keterangan berobat jiwa di puskesmas. ”Tapi, masih kami pastikan,” ujarnya.

Menurut Adhi, kalau terbukti mengalami gangguan jiwa, tentu Thoriq tak bisa mempertanggungjawabkan semua tindakan yang menghebohkan warga itu. Termasuk, menyekap dan menganiaya ibunya. Ada kemungkinan, kasus yang melilitnya akan dihentikan.

”Penanganan selanjutnya akan kami koordinasikan dengan keluarga dan Dinas Sosial. Karena kan juga harus mempertimbangkan keselamatan warga,” ulasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang, mendadak gempar dan tegang Selasa (28/9). Bagaimana tidak. Thoriq yang seorang putra kandung menyekap dan menganiaya ibunya, Sakinah, 65. Memukuli dan tidak memberinya makan. Sampai sang ibu harus dilarikan ke rumah sakit.

Selasa siang, Thoriq terlihat mengamuk. Dia berkeliling kampung dengan membawa celurit dan pisau kecil. Sampai ke desa lain. Warga ketakutan. Polisi segera datang ke lokasi dan berusaha mengamankan pelaku.



Thoriq baru takluk setelah kakinya ditembak. Ternyata dia adalah residivis berbagai kasus kriminalitas. Berkali-kali masuk bui karena membegal, mencuri motor, hingga membacok orang. (one/far) Editor : Jawanto Arifin
#residivis ngamuk dan sekap ibu #polsek rembang